Edukasi Pelajar Sebagai Generasi Konsumen Cerdas
51subweb.JPG

Edukasi Pelajar Sebagai Generasi Konsumen Cerdas

Badan Pengawas Obat dan Makanan terus melakukan kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat khususnya pelajar sebagai generasi konsumen cerdas. Roadshow Edukasi Konsumen Tentang Obat dan Makanan dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Humas diawali pada 3 Juni 2015 bertempat di SMPN 76 Jakarta Pusat. Hadir sebagai pembicara Kepala Biro Hukum dan Humas, Budi Djanu Purwanto, SH., MH.; Kepala Sub Direktorat Promosi Kemanan Pangan, Drs. AA. Nyoman Merta Negara; dan Kasie Penyuluhan Institusi dan Masyarakat, Dra. Ratminah, S.Si., Apt., MP. Kegiatan yang diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru, dan 150 peserta didik berlangsung secara meriah disambut dengan antusiasme audiens yang sangat tinggi.

Kepala Biro Hukum dan Humas menyampaikan bahwa masyarakat sebagai konsumen memiliki hak dan kewajiban yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan Undang-Undang tersebut konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang yang dibeli. Oleh karena itu konsumen punya kewajiban membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan. “Konsumen berkewajiban untuk memilih dengan teliti produk yang akan dikonsumsi dengan memperhatikan label, nomor registrasi, dan tanggal kadaluarsa”, tuturnya menjelaskan.

Sementara itu Kepala Sub Direktorat Promosi Kemanan Pangan dalam paparannya bertema “Konsumen Cerdas Cermat Memilih Pangan Aman dan Bergizi” menghimbau kepada pelajar agar cermat memilih pangan bergizi dan jangan mudah tertarik pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dari penampilan seperti warnanya. Menurutnya pangan dengan warna mencolok patut diduga mengandung bahan pewarna yang dapat beresiko terhadap kesehatan seperti Metanil Yellow, dan Rodhamin B. Bahan berbahaya lain yang sering digunakan dalam pembuatan makanan yaitu boraks dan formalin juga patut diwaspadai. “Pangan yang mengandung formalin dan boraks seperti bakso, mie, tahu biasanya lebih kenyal”, tambahnya.

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam memilih PJAS yaitu nama dagang, nama makanan, netto, komposisi bahan baku, pabrik pembuat, tanggal kadaluarsa, serta nomor registrasi BPOM atau sertifikat PIRT dari Dinkes. Dia berpesan kepada pengelola kantin harus memperhatikan proses pembuatan makanan yang akan dijual di kantin, terutama terkait bahan baku dan kebersihannya agar tidak terjadi keracunan akibat pangan. Pangan aman harus bebas dari bahaya fisik (terkena rambut, pecahan kaca, dsb), bahaya kimia (kertas pembungkus yang mengandung bahan kimia berbahaya, dsb), dan bahaya biologi (berbau, berlendir, dsb).

Kegiatan yang dipandu oleh MC Veve Adeline salah satu Host Gen FM berlangsung semakin menarik disertai demo rapid test kit terhadap sampel pangan jajanan oleh Tim dari Balai Besar POM DKI Jakarta sehingga dapat diketahui hasil ujinya untuk menambah wawasan peserta didik. Diharapkan dengan adanya roadshow ini, pelajar dapat menjadi duta BPOM dalam menyebarkan informasi sehingga masyarakat mampu melindungi diri sendiri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan. Cermat memilih produk harus dimulai sejak dini dengan berpikir logis menyikapi banyaknya peredaran obat dan makanan. Jika ditemukan produk obat dan makanan yang mencurigakan, masyarakat diminta jangan panik, dan segera hubungi Badan POM melalui Contact Center Halo BPOM 1500533, SMS 08121999533, atau email ke halobpom@pom.go.id. Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli.