Edukasi Warga RW. 05 dan 06 Kelurahan Rawasari Kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat Sebagai Konsumen Cerdas
98OK_DSC_0705.JPG

Edukasi Warga RW. 05 dan 06 Kelurahan Rawasari Kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat Sebagai Konsumen Cerdas

Rangkaian Roadshow Edukasi Konsumen Tentang Obat dan Makanan dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat memasuki kali ke tiga. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 120 warga sekitar dan peserta didik berlangsung pada 5 Juni 2015 bertempat di Komplek Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jakarta Pusat. Hadir sebagai pembicara Kepala Biro Hukum dan Humas, Budi Djanu Purwanto, SH., MH.; Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik, Dra. Frida Tri Hadiati, Apt; Kasie Penyuluhan Institusi dan Masyarakat, Dra. Ratminah, S.Si., Apt., MP; dan Kepala Bidang Informasi Keracunan, Atiek Supardiati ES, S.Si, Apt, MKM.

Kepala Biro Hukum dan Humas menyampaikan bahwa masyarakat sebagai konsumen harus teliti dalam memilih dan menggunakan produk obat dan makanan. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan produk sesuai kebutuhan dengan memperhatikan aturan pakai yang tertera pada label kemasan. Menurutnya penggunaan produk obat dan makanan yang berlebihan dapat berisiko terhadap kesehatan. Bahkan dalam beberapa kasus penyalahgunaan obat, khususnya obat keras bisa berakibat pada kematian. Selain itu, disarankan kepada warga untuk berhati-hati terhadap iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan. “Jangan mudah tergiur iklan obat tradisional yang berlebihan dengan menjanjikan kesembuhan secara cepat dengan klaim manjur, cespleng, tokcer, dsb,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan, dan Kosmetik berpesan kepada para ibu dan perempuan untuk menggunakan kosmetik yang aman dan bermanfaat dengan memperhatikan label dan nomor registrasi Badan POM. Pasalnya saat ini marak beredar kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, dan asam retinoat. Efek bahan tersebut dapat mengakibatkan iritasi kulit seperti kulit kering, kemerahan, terkelupas, dan rasa terbakar. Oleh karena itu masyarakat harus waspada terhadap berbagai penawaran produk kecantikan dan kesehatan tubuh dengan lebih kritis mengetahui manfaat juga kerugiannya, meningkatkan pengetahuan akan kebenaran infornasi tersebut, tidak mudah percaya penawaran, dan yang terpenting disiplin diri untuk lebih selektif dalam menggunakan produk maupun jasa kecantikan.

Pada sesi berikutnya Kasie Penyuluhan Institusi dan Masyarakat dalam paparannya bertema “Penyalahgunaan Bahan Berbahaya Pada Pangan” menjelaskan bahwa pangan yang tersedia harus layak dan aman dikonsumsi karena berguna untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan meningkatkan kecerdasan. Masyarakat harus mewaspadai penyalahgunaan bahan berbahaya karena masih banyak dijumpai pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin pada tahu, mie basah, ikan segar, dan ayam; boraks pada bakso, kerupuk, lontong, dan empek-empek; serta pewarna tekstil Metanil Yellow maupun Rhodamin B pada pangan berwarna kuning dan merah seperti kerupuk, tahu, mie, terasi, dan sirup.

Bahaya bahan tersebut bisa mengakibatkan keracunan dalam jangka pendek (kronis) maupun jangka panjang (akut) jika terakumulasi secara terus menerus dapat berakibat iritasi tenggorokan, nyeri perut, mual, muntah, dan diare, anemia, bahkan kanker. Untuk itu Kepala Bidang Informasi Keracunan meminta masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan makanan agar tidak terjadi keracunan. Pencegahan keracunan bisa dimulai dari baca label dengan teliti sebelum menggunakan produk tersebut. “Jika terjadi keracunan harap tenang dan jangan panik, jangan beri makan atau minum sesuatu sebelum mendapatkan nasihat dari dokter, dan segera hubungi Sentra Informasi Keracunan Nasional untuk mendapatkan informasi atau segera bawa korban ke dokter terdekat,” paparnya.

Di akhir acara dilakukan uji cepat menggunakan rapid test kit terhadap sampel pangan yang dibeli disekitar lokasi komplek BRI. Dari hasi uji oleh Tim dari Balai Besar POM DKI Jakarta bersama Mobil Laboratorium Keliling terbukti mengandung formalin, boraks, Metanil Yellow, dan Rodhamin B. Diharapkan dengan adanya roadshow ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Untuk layanan informasi dan pengaduan hubungi Contact Center Halo BPOM 1500533, SMS 08121999533, atau email ke halobpom@pom.go.id. Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli.