ULPK Goes to Community, Bersama BPOM Warga Kelurahan Sungai Bambu Terhindar Dari Obat dan Makanan Berbahaya
23Untitled1.jpg

ULPK Goes to Community, Bersama BPOM Warga Kelurahan Sungai Bambu Terhindar Dari Obat dan Makanan Berbahaya

 

Di awal tahun 2016 ini, Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat kembali melakukan rangkaian kegiatan BPOM Goes to School, Campus and Community - Edukasi Konsumen Tentang Obat dan Makanan dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat. Pada tanggal 15 Maret 2016 lalu, dilaksanakan di Aula Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara dan diikuti oleh 100 warga yang berasal dari pengurus RT dan RW, ibu – ibu PKK dan Kader BPOM di Kelurahan Sungai Bambu. Kegiatan dibuka oleh Dra. Duripah selaku Ketua Penyuluh Keluarga Berencana Kelurahan Sungai Bambu dan hadir sebagai pembicara Kepala Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Humas, Dra. Fauziah Amin, Apt.; Kepala Subdit. Promosi Keamanan Pangan, Drs. A.A. Nyoman Merta Negara; Kepala Subbagian Layanan Pengaduan Konsumen, Dra. Nining Restu Kurnianingsih, M.Si., Apt.

Dalam pemaparannya, Kepala Bagian Pengaduan Konsumen menjelaskan mengenai peranan BPOM dalam pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat serta mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan mengingat CEK KIK (Cek Kemasan, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan. Sementara itu Kepala Subdit. Promosi Keamanan Pangan berpesan kepada khususnya para ibu rumah tangga bahwa penyiapan makanan yang tepat dapat melindungi keluarga dari penyakit akibat makanan yang disebabkan bakteri seperti E. coli, Salmonella, Campylobacter, dan Listeria (yang dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, mual, muntah, dan dehidrasi). Tindakan yang aman termasuk mengetahui pemilihan makanan di ritel, menyimpannya secara benar, memasak dengan aman, dan membersihkan peralatan makan dan dapur atau yang biasa dikenal dengan 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga (beli pangan yang aman, simpan pangan dengan aman, siapkan pangan dengan seksama, sajikan pangan aman, dan bersih selalu). Pada sesi berikutnya Kasubbag Layanan Pengaduan Konsumen menyampaikan pentingnya memilih jamu/obat tradisional yang aman dan untuk tidak  mudah percaya dengan iklan-iklan yang beredar sehingga masyarakat dapat terhindar dari bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering dicampurkan dalam obat tradisional untuk memperoleh efek yang singkat.

Pada sesi diskusi dengan narasumber, para peserta sangat antusias menanyakan hal-hal yang terkait obat dan makanan, seperti keamanan dalam mengonsumsi jamu bahan alam yang direbus/diolah sendiri, kebenaran kunyit yang dapat mendeteksi adanya kandungan boraks, kemanan dan legalitas produk, kebenaran isu biskuit crackers yang menyala ketika dibakar serta bentuk pengawasan BPOM terhadap kosmetik yang mengubah informasi tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Selain itu peserta juga berbagi pengalamannya dalam mengonsumsi jamu pelangsing yang ternyata mengandung bahan kimia obat. Salah seorang Kader BPOM menyampaikan betapa sulitnya melakukan pengawasan terhadap pedagang pangan jajanan untuk menjual makanan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan uji cepat menggunakan rapid test kit terhadap sampel pangan yang dibeli di sekitar Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priuk. Sampel pangan yang diujikan oleh Tim ULPK BPOM di antaranya mie kuning basah dari penjual Soto Mie Bogor, siomay baso tahu, gulali ‘rambut nenek’, dan kerupuk merah Lontong Sayur. Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukan hasil positif untuk pengujian terhadap formalin pada mie kuning basah dan positif Rodhamin terhadap kerupuk Lontong Sayur. Diharapkan dengan adanya kegiatan edukasi konsumen ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Untuk layanan informasi dan pengaduan hubungi Contact Center Halo BPOM 1500533, SMS 081219999533, atau email ke halobpom@pom.go.id. Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli. (Ditha)