ULPK BPOM Goes to School, Jadilah Konsumen Cerdas dengan Cek KIK
32ksatrya4.jpg

ULPK BPOM Goes to School, Jadilah Konsumen Cerdas dengan Cek KIK

Rangkaian Road show BPOM Goes to School, Campus and Community dalam kegiatan Edukasi Konsumen Tentang Obat dan Makanan dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan oleh Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat kali ini berlokasi di Yayasan Perguruan Ksatrya yang terletak di jalan Percetakan Negara Cempaka Putih Jakarta Pusat. Kegiatan yang dilaksanakan hari Jumat, tanggal 18 Maret 2016  ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK Ksatrya serta para guru. Dalam kegiatan ini acara dibuka oleh Kepala Sekolah Bpk.Drs.H.A.Naser yang mewakili Yayasan Perguruan Ksatrya dan hadir sebagai pembicara yaitu Kepala Bagian Pengaduan Konsumen Biro Hukum dan Humas, Dra. Fauziah Amin, Apt.; Kepala Subdit. Pengawasan Rokok Direktorat Pengawasan Napza, Dra.Lela Amelia, Apt.,M.Epid.; dan Kepala Subbagian Data dan Evaluasi Layanan Pengaduan Konsumen, Oke Dwiraswati, S.Si, Apt.

Dalam pemaparannya, Kepala Bagian Pengaduan Konsumen menjelaskan mengenai peranan BPOM dalam pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat serta mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan mengingat CEK KIK (Cek Kemasan, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan. Efek buruk dan pengawasan produk tembakau (Rokok) dipaparkan oleh  Kepala Subdit. Pengawasan Rokok Direktorat Pengawasan Napza, bahwa dalam produk tembakau (rokok) terdapat 4000 bahan kimia, 200 diantaranya berbahaya dan sangat beresiko menimbulkan berbagai macam penyakit seperti gangguan saluran nafas, radang paru, kanker, dan impotensi. Racun utama dalam rokok adalah tar, nikotin dan carbon monoksida (CO). Di Indonesia lebih dari 2,6 juta anak sebagai perokok aktif. Upaya Pemerintah untuk menyadarkan para perokok dengan pencantuman PHW (Pictorial Health Warning/peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan bahaya efek samping rokok) pada tiap kemasan rokok. Selanjutnya materi pemaparan 5 Kunci Keamanan Pangan di  Sekolah oleh  Subbagian Data dan Evaluasi Layanan Pengaduan Konsumen dengan uraian yaitu Kenali pangan yang aman; Beli pangan yang aman; Baca label dengan seksama ; jaga kebersihan; dan catat apa yang ditemukan.

Pada sesi diskusi dengan narasumber, para peserta sangat antusias menanyakan hal-hal yang terkait obat dan makanan, seperti mengapa masih ada berita di media sosial yang mengatakan produk yang sudah mendapatkan ijin edar dari BPOM dan Halal dari MUI tetapi masih mengandung bahan yang tidak halal  seperti berita mengenai Luwak White Coffee dan Magnum yang mengandung unsur babi, yang dijawab oleh narasumber bahwa telah diklarifikasi oleh BPOM bahwa hal tersebut tidak benar dapat dilihat pada website BPOM, ada juga yang menanyakan manfaat BPOM RI untuk para pelajar, berapa lama waktu simpan yang aman untuk bahan mentah yang belum diolah di lemari es, mengapa pemerintah masih mengijinkan pabrik rokok dan  , mengapa Badan BPOM mengawasi produk rokok sedangkan rokok tersebut berbahaya, benarkah perokok pasif lebih berbahaya dari perokok aktif, serta apa tindakan kita jika mengetahui ada keluarga yang terlibat narkoba. 

Pada kegiatan tersebut dilakukan Uji cepat menggunakan rapid test kit terhadap sampel pangan yang dibeli di kantin sekolah dan sekitarnya. Sampel pangan yang berhasil dikumpulkan oleh Tim ULPK BPOM di antaranya mie kuning basah, siomay baso dan kerupuk merah Lontong Sayur. Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukan hasil positif untuk pengujian terhadap formalin pada mie kuning basah dan positif Rodhamin terhadap kerupuk Lontong Sayur. Diharapkan dengan adanya kegiatan edukasi konsumen ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu dan lebih mengenal BPOM khususnya ULPK dan Contact Center HaloBPOM1500533,

Layanan Pengaduan dan Informasi Konsumen, dapat menghubungi Contact Center HaloBPOM1500533; SMS 081219999533, atau email ke halobpom@pom.go.id. Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli. (Fitri)