ULPK Goes to Campus Universitas Pancasila
98pancasila1.jpg

ULPK Goes to Campus Universitas Pancasila

 

Sebagai upaya pemberdayaan konsumen, khususnya mahasiswa, Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM RI melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BPOM ‘GOES TO CAMPUS’ pada hari Selasa, 22 Maret 2016 yang lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di Universitas Pancasila yang berlokasi di Aula Gedung Fakultas Farmasi, Jl. Raya Lenteng Agung, RT.1/RW.3, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Prof. Dr. Shirly Kumala, M.Biomed., Apt. Acara berlangsung sangat meriah karena dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri atas para dosen dan mahasiswa jurusan Farmasi Sains dan Teknologi dan Farmasi Klinik dan Komunitas.

 

Hadir sebagai narasumber, Budi Djanu Purwanto, SH., MH. selaku Staf Khusus Kepala BPOM dan Kepala Sub Direktorat Surveilan Keamanan Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika, Dra. Rosita, M.Epid., Apt. Dalam diskusinya, Staf Khusus Kepala BPOM menjelaskan mengenai pengawasan Obat dan Makanan yang merupakan kewenangan BPOM. Akan tetapi, konsumen yang merupakan bagian dari Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) memiliki peranan kunci untuk memilih dengan teliti produk yang akan dikonsumsi dengan selalu melakukan Cek KIK, yakni Cek Kemasan (label), Cek Izin Edar (nomor registrasi), dan Cek Kedaluwarsa (tanggal kedaluwarsa/expired date). Pada sesi tanya jawab mahasiswa dan dosen sangat antusias menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM hingga pelanggaran-pelanggaran yang marak terjadi seputar obat dan makanan serta bagaimana cara BPOM menindaklanjuti hal tersebut.

 

Pada sesi berikutnya Kepala Sub Direktorat Surveilan Keamanan Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika memberikan penjelasan mengenai ‘Kosmetika yang Aman dan Bermanfaat’. Mahasiswa diberikan tips-tips memilih kosmetika yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya serta penjelasan mengenai contoh bahan berbahaya/bahan yang dilarang penggunaannya dalam kosmetika. Dibahas pula mengenai bagaimana cara masyarakat untuk melaporkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dalam penggunaan kosmetika (adverse reaction) secara e-reporting melalui aplikasi berbasis web, yakni mesotsmkos.pom.go.id atau melalui email surv_otsmkos@yahoo.com. Pada sesi tersebut, hadirin semakin penasaran dan tertarik dengan materi yang disampaikan sehingga tidak sedikit yang belum mendapat kesempatan untuk bertanya karena waktu yang terbatas.

 

Dengan adanya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi Duta BPOM dalam menyebarkan informasi mengenai obat dan makanan kepada anggota keluarga, rekan-rekan di lingkungan kampus, serta kelompok masyarakat lainnya, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dan makanan (termasuk kosmetika) yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

 

Untuk layanan informasi dan pengaduan, hubungi Contact Center Halo BPOM 1500533, SMS 081219999533, atau email ke halobpom@pom.go.id. Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli.