TIPS KONSUMEN CERDAS, MENGATASI VAKSIN PALSU
14vaksin-palsu.jpg

Sebagai konsumen cerdas, kita dituntut untuk proaktif ketika melakukan transaksi barang/jasa guna memperoleh kualitas barang/jasa yang baik/bermutu. Ada kalanya konsumen tidak teliti terhadap barang dan jasa yang diperoleh dan sepenuhnya percaya terhadap pramuniaga. Kita harus tahu tentang hak-hak sebagai konsumen sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hak-hak konsumen tersebut di antaranya adalah memperoleh kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam menggunakan/membeli barang dan/atau jasa serta mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa, termasuk dalam hal ini ketika mendapatkan pelayanan imunisasi/vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelayanan imunisasi/vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit tertentu. Pada saat diimunisasi seseorang diberikan vaksin yang merupakan antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya. Selain itu, terdapat pula vaksin yang berupa protein rekombinan, serta toksoid yaitu toksin mikroorganisme yang telah diolah.

Peredaran vaksin palsu di masyarakat tentunya membuat resah para orang tua, khususnya yang mempunyai balita. Di sisi lain, orang tua tahu bahwa pemberian vaksin sangat berkonstribusi dalam kesehatan anak dimana dapat melindungi anak dari wabah, kecacatan dan kematian. Tetapi masih terdapat keraguan pada beberapa orang tua akan manfaat dari vaksin tersebut. Orang tua balita berhak untuk memperoleh informasi tentang imunisasi/vaksin yang aman dan paham bahwa vaksin bukan merupakan obat bebas sehingga tidak dibenarkan menggunakan secara mandiri dan bebas. Vaksinasi hanya bisa dilakukan oleh profesional kesehatan tertentu. Oleh karenanya orang tua balita penerima imunisasi/vaksinasi tidak dapat melakukan identifikasi secara langsung keaslian produk vaksin yang akan digunakan. Secara kasat mata, vaksin palsu sulit untuk dibedakan, cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui vaksin palsu adalah dengan melakukan pengujian laboratorium. Namun demikian, ada beberapa tips bagi orang tua untuk memperoleh vaksin yang aman di antaranya :

  1. Pastikan untuk melakukan imunisasi/vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan/rumah sakit pemerintah;
  2. Pastikan vaksin yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan berasal dari distributor resmi;
  3. Tanyakan kepada dokter mengenai vaksin yang diberikan. Efek samping yang mungkin timbul dan tindakan yang harus dilakukan bila terjadi efek samping ataupun reaksi yg tidak diinginkan setelah menggunakan vaksin tertentu;
  4. Miliki buku catatan imunisasi/vaksinasi dan meminta petugas kesehatan yang memberikan imunisasi/vaksinasi untuk menempelkan label vaksin yang telah digunakan pada buku tersebut.

 

 

Unit Layanan Pengaduan Konsumen – BPOM RI