Bersama Tokoh Masyarakat, BPOM Galakkan Edukasi Masyarakat tentang Obat dan Pangan Aman untuk Mewujudkan Indonesia Sehat
54Banjarnegara.jpeg

         Salah satu upaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng stakeholder diantaranya yaitu tokoh masyarakat yang merupakan figur yang telah dikenal dan dekat dengan masyarakat. BPOM mendorong masyarakat agar mengetahui haknya sebagai konsumen dalam mengonsumsi obat dan pangan aman agar mampu melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Pada tahun 2018, Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan (HDSP) telah melaksanakan rangkaian kegiatan KIE bersama tokoh masyarakat di 10 titik lokasi yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Diawali KIE di Banjarnegara (9/9), berlanjut ke daerah Purbalingga (10/9), Jember (21/9), Lumajang (22/9), Tulung Agung (28/9), Blitar (29/9), Tuban (5-6/10) dan diakhiri di Pacitan (10-11/9). Kegiatan yang mengusung tema “Obat dan Pangan Aman untuk Indonesia Sehat!” tersebut diikuti oleh sebanyak kurang lebih 200 orang di masing-masing lokasi. Kegiatan berlangsung kondusif dan meriah karena para narasumber menyampaikan berbagai materi yang menarik dan relevan dengan keseharian masyarakat. Adanya kuis interaktif pun menjadi daya tarik tersendiri dan disambut dengan antusias oleh para peserta.

Narasumber selain tokoh masyarakat yang merupakan Anggota Komisi IX DPR RI dan BPOM, juga dihadirkan pejabat dari Dinas Kesehatan setempat. Narasumber dari Komisi IX DPR RI, yaitu Amelia Anggraini, Drs. Ayub Khan, M.Si., Ir. Budi Yuwono, Dipl., SE., Abidin Fikri, S.H., dan Nursuhud.

Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan, “Keamanan obat dan makanan merupakan satu hal yang penting, karena kita setapak demi setapak telah maju sehingga juga berimbas kepada perubahan perilaku kita. Permasalahan kesehatan pun telah beralih dari penyakit menular menjadi penyakit tak menular (penyakit kronis) yang sulit diobati sehingga makanan kita sehari-hari yang mengandung bahan pengawet yang tidak aman dan tidak sehat berpengaruh pada progress penyakit yang pada akhirnya merugikan kita sendiri.” Oleh karena itu masyarakat dituntut untuk menjadi konsumen yang cerdas sehingga mampu memilah dan memilih produk obat dan makanan yang aman.

Para tokoh masyarakat juga berharap BPOM dapat lebih diperkuat dengan regulasi berupa Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPR. Kehadiran BPOM hingga ke kabupaten/kota juga diharapkan dapat semakin melindungi masyarakat Indonesia hingga ke pelosok negeri.

Dengan mengusung slogan Cek KLIK! Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, masyarakat yang hadir sebagai peserta diajak untuk turut andil dalam memperkuat Sistem Pengawasan Obat dan Makanan bersama pemerintah dan pelaku usaha. Masyarakat dimulai dari diri sendiri diharapkan dapat lebih memperhatikan (aware) saat akan membeli dan mengkonsumsi obat dan makanan serta dapat turut menyampaikan pesan yang diperoleh untuk mengedukasi masyarakat di lingkungannya. Karena pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan pilihan konsumsi produk obat dan makanan yang aman bagi diri dan keluarganya. Di akhir kegiatan tidak lupa BPOM menyampaikan pesan jika masyarakat merasa ragu atas obat dan makanan yang dikonsumsi dapat menghubungi Contact Center HaloBPOM 1500533.

Konsumen Cerdas, Indonesia Sehat!