Bakti BPOM untuk Negeri, Wujudkan Obat dan Makanan Aman
60GOPR1530.jpg

Sebagai bentuk pengabdian untuk negeri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  menjalankan salah satu program strategis, yakni berupa kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama Lintas Sektor agar masyarakat mampu memahami haknya dalam mengonsumsi obat dan makanan yang aman di tiga lokasi di Provinsi Jawa Timur.

Mengawali KIE di Kec. Kauman, Tulungagung (25/2), Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan (HDSP) selaku penyelenggara melanjutkan kegiatan ke daerah Kanigoro, Blitar (26/2), dan Ringin Rejo, Kediri (27/2). Acara yang mengusung tema “Bakti BPOM untuk Negeri, Wujudkan Obat dan Makanan Aman” tersebut diikuti oleh sebanyak 200 orang di masing-masing lokasi. Kegiatan berlangsung kondusif dan meriah karena para narasumber membawakan materi yang menarik dan relevan dengan keseharian masyarakat. Adanya kuis interaktif pun menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam sambutan dan paparannya, narasumber tokoh masyarakat yang berasal dari Komisi IX DPR RI, Budi Yuwono menyampaikan “Sebagai masyarakat, kita harus mengetahui mana makanan aman, mana obat tradisional aman, dan sebagainya, karena kalau kita salah pilih, akan berdampak pada rendahnya kualitas kesehatan dan berakibat pada tingginya beban BPJS”.

Selain Budi, BPOM selaku penyelenggara, pejabat dari Dinas Kesehatan dan perangkat kecamatan serta desa setempat juga berperan serta dalam menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi organisasi serta cara memilih obat dan makanan yang aman, termasuk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Peserta juga dipandu cara menggunakan aplikasi Cek BPOM yang sangat mudah untuk memastikan suatu produk sudah terdaftar di BPOM atau belum, serta aplikasi HaloBPOM mobile yang dapat digunakan sebagai sarana pengaduan dan permintaan informasi ke BPOM hanya dengan sentuhan jari di layar telepon selular.

Oleh karena itu, dengan mengusung slogan Cek KLIK! Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa, masyarakat yang hadir diajak untuk ikut andil mulai dari diri sendiri dalam memperkuat Sistem Pengawasan Obat dan Makanan bersama pemerintah dan pelaku usaha. Masyarakat diharapkan agar lebih memperhatikan (aware) saat akan membeli obat dan makanan serta dapat ikut mengedukasi orang-orang di sekitarnya. Karena pada akhirnya, masyarakatlah yang akan memutuskan apakah akan menggunakan produk obat dan makanan tersebut atau tidak. Apabila merasa ragu atas obat dan makanan yang dikonsumsi, masyarakat dapat menghubungi Contact Center HaloBPOM 1500533.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, kuis, dan foto bersama yang diikuti oleh masyarakat dengan sangat antusias.