Bahan Berbahaya
Standar Kemasan Pangan

Pertanyaan :

Apakah BPOM mempunyai standar dalam penggunaan kemasan makanan dalam fasilitas "Take Away" untuk restoran-restoran di Indonesia? Misalnya, sekarang ini masih banyak menggunaan styrofoam, sebagai kemasan pangan untuk fasilitas "Take Away", sedangkan di luar negeri penggunaan styrofoam sebagai kemasan pangan sudah dilarang.

Jawaban :

 

:

BPOM tidak mengatur standar dalam penggunaan kemasan makanan dalam fasilitas "Take Away" untuk restoran-restoran di Indonesia, akan tetapi mengatur mengenai kemasan pangan yang meliputi bahan yang dilarang digunakan dalam kemasan pangan, bahan yang diizinkan digunakan dalam kemasan pangan, dan bahan yang harus dilakukan penilaian dahulu keamanannya sebelum dapat digunakan dalam kemasan pangan melalui Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 Tahun 2011 tentang Pengawasan Kemasan Pangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 16 Tahun 2014.

Sementara itu, untuk kemasan yang berbahan polistiren busa (Styrofoam) yang beredar di Indonesia, sudah diuji oleh BPOM dan menunjukkan hasil semuanya telah memenuhi syarat (kandungan monomer stiren jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan, yaitu 5000 ppm). Berdasarkan data tersebut, makanan yang dikemas dengan kemasan polistiren busa aman untuk dikonsumsi, dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Tidak digunakan untuk mengemas langsung (harus diberi alas plastik atau kertas nasi)
  • Tidak digunakan untuk mewadahi makanan dengan kadar minyak tinggi dan dalam keadaan panas

Di sejumlah Negara, kemasan polistiren busa dilarang digunakan bukan karena alasan kesehatan tetapi lebih karena polistiren busa tidak dapat dihancurkan/didegradasi sehingga mencemari lingkungan.