Bahan Berbahaya
DIOKSIN

Pertanyaan :

Apakah Produk pangan impor yang tercemar bahan berbahaya dioksin boleh beredar?

Jawaban :

Berdasarkan Pasal 90 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebutkan bahwa:

  • Setiap orang dilarang mengedarkan Pangan tercemar.
  • Pangan tercemar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa Pangan yang:
    1. mengandung bahan beracun, berbahaya, atau yang dapat membahayakan kesehatan atau jiwa manusia;
    2. mengandung cemaran yang melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan;
    3. mengandung bahan yang dilarang digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan;
    4. mengandung bahan yang kotor, busuk, tengik, terurai, atau mengandung bahan nabati atau hewani yang berpenyakit atau berasal dari bangkai;
    5. diproduksi dengan cara yang dilarang; dan/atau
    6. sudah kedaluwarsa.

Berdasarkan Merck Index Tahun 2001, dioksin memiliki sifat karsinogenik dan memiliki letal dosis (LD50) yang sangat kecil, sehingga termasuk kategori bahan berbahaya. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan, produk pangan yang dapat memperoleh nomor pendaftaran harus memenuhi persyaratan keamanan terhadap kemungkinan adanya bahaya, baik karena cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu produk pangan impor yang tercemar dioksin tidak boleh beredar.

Selanjutnya impor produk pangan dari negara yang tercemar Dioksin telah dilarang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 274/MPP/Kep/VI/99 tentang Larangan dan Pengawasan Impor, Distribusi, dan Produksi Barang yang tercemar Dioksin.