Makanan dan Minuman
BATAS KEDALUWARSA PANGAN

Pertanyaan :

Apakah setiap produk pangan harus mencantumkan batas kedaluwarsa?

 

Jawaban :

Sesuai Pasal 6, Pasal 7, dan Pasal 8 Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.06.10.5166 Tahun 2010 tentang Pencantuman Informasi Asal Bahan Tertentu, Kandungan Alkohol, dan Batas Kedaluwarsa Pada Penandaan/Label Obat, Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Pangan, ditetapkan bahwa:

  • Obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan harus mencantumkan batas kedaluwarsa pada penandaan/label;
  • Batas kedaluwarsa harus dicantumkan dengan jelas sehingga mudah dilihat dan dibaca;
  • Batas kedaluwarsa obat, obat tradisional, suplemen makanan, dan pangan ditulis dengan mencantumkan bulan dan Tahun;
  • Batas kedaluwarsa pangan, yang memiliki masa simpan kurang dari 3 (tiga) bulan, ditulis dengan mencantumkan tanggal, bulan, dan Tahun;
  • Dikecualikan dari ketentuan pencantuman batas kedaluwarsa untuk obat tradisional yang tidak wajib didaftarkan; dan
  • Dikecualikan dari ketentuan pencantuman batas kedaluwarsa untuk pangan berupa:
  1. minuman beralkohol jenis anggur (wine);
  2. minuman yang mengandung alkohol lebih dari 10 (sepuluh) persen;
  3. cuka;
  4. gula (sukrosa); dan
  5. roti dan kue yang mempunyai masa simpan kurang dari atau sama dengan 24 (dua puluh empat) jam.