Makanan dan Minuman
BAHAN KIMIA BERBAHAYA YANG DILARANG DIGUNAKAN DALAM PRODUK PANGAN

Pertanyaan :

Apa saja bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan pada produk pangan?

Jawaban :

Sesuai Pasal 3 Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kepala BPOM Nomor 43 Tahun 2013 dan Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pengawasan Bahan Berbahaya Yang Disalahgunakan Dalam Pangan, Pengawasan Bahan Berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan dilakukan terhadap jenis bahan berbahaya antara lain:

  1. Asam Borat;
  2. Boraks;
  3. Formalin (larutan formaldehid);
  4. Paraformaldehid (Serbuk dan Tablet Paraformaldehid)
  5. Pewarna Merah Rhodamin B;
  6. Pewarna Merah Amaranth;
  7. Pewarna Kuning metanil (Methanil Yellow); dan
  8. Pewarna Kuning Auramin.

 

Sedangkan, untuk bahan yang dilarang digunakan sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) Sesuai Lampiran II Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan, adalah:

  1. Asam Borat dan senyawanya (Boric Acid)
  2. Asam Salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its Salt)
  3. Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate, DEPC)
  4. Dulsin (Dulcin)
  5. Formalin (Formaldehyde)
  6. Kalium bromat (Potassium bromate)
  7. Kalium Klorat (Potassium Chlorate)
  8. Kloramfenikol (Chloramphenicol)
  9. Minyak Nabati yang dibrominasi (Brominated vegetable oils)
  10. Nitrofurazon (Nitrofurazone).
  11. Dulkamara (Dulcamara)
  12. Kokain (Cocaine)
  13. Nitrobenzen (Nitrobenzene)
  14. Sinamil antranilat (Cinnamyl anthranilate)
  15. Dihidrosafrol (Dihydrosafrole)
  16. Biji tonka (Tonka bean)
  17. Minyak kalamus (Calamus oil)
  18. Minyak tansi (Tansy oil)
  19. Minyak sasafras (Sasafras oil)