NAPZA
PENGGOLONGAN PREKURSOR, NARKOTIKA, DAN PSIKOTROPIKA

Pertanyaan :

Peraturan apakah yang mengatur Penggolongan Obat-Obat Prekursor, Narkotika, dan Psikotropika ?

Jawaban :

Penggolongan obat-obat/senyawa yang termasuk Prekursor, Narkotika dan Psikotropika diatur di dalam :

  1. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (mengatur penggolongan narkotika dan prekursor)
  2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika (mengatur penggolongan Psikotropika)

Sesuai dengan Pasal 6 Ayat (3) dan Pasal 49 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 2 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dalam hal terdapat perubahan penggolongan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor maka diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan (Menteri Kesehatan).

Sampai dengan saat ini, terdapat 2 (dua) kali perubahan penggolongan Narkotika, terakhir diatur dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dan terdapat 2 (dua) kali perubahan penggolongan Psikotropika terakhir diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika.

Khusus untuk pengawasan jenis-jenis senyawa Prekursor tertentu (Prekursor Farmasi) diatur di dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 40 tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi. Di dalam Peraturan tersebut dinyatakan bahwa yang termasuk dalam Prekursor Farmasi adalah efedrin, pseudoefedrin, norefedrin/fenilpropanolamin, ergotamin, ergometrin dan potassium permanganat.