Obat
DISTRIBUSI OBAT OLEH PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF)

Pertanyaan :

Bagaimanakah ketentuan distribusi obat oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF)?

Jawaban :

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014, disebutkan bahwa :

  1. PBF dan PBF Cabang hanya dapat menyalurkan obat kepada PBF atau PBF Cabang lain, dan fasilitas pelayanan kefarmasian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, meliputi:
  2. apotek;
  3. instalasi farmasi rumah sakit;
  4. puskesmas;
  5. klinik; atau
  6. toko obat.
  7. PBF dan PBF Cabang tidak dapat menyalurkan obat keras kepada toko obat.
  8. Untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, PBF dan PBF Cabang dapat menyalurkan obat dan bahan obat kepada instansi pemerintah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.                                                     

Penambahan pada peraturan perubahannya adalah mengenai distribusi obat oleh PBF Cabang, yang disebutkan bahwa :

  1. PBF Cabang hanya dapat menyalurkan obat dan/atau bahan obat di wilayah provinsi sesuai surat pengakuannya.
  2. PBF Cabang dapat menyalurkan obat dan/atau bahan obat di wilayah provinsi terdekat untuk dan atas nama PBF Pusat yang dibuktikan dengan Surat Penugasan/Penunjukan yang disahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dimaksud