Obat
IMPORTIR OBAT SEBAGAI DISTRIBUTOR OBAT

Pertanyaan :

Apakah ada ketentuan/ peraturan yang mengatakan bahwa perusahaan yang mengimpor obat sudah tidak bisa melakukan distribusi obat?

Jawaban :

Sesuai Peraturan Kepala BPOM Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke dalam Wilayah Indoneisa, bahwa pemasukan Obat dan Makanan hanya dapat dilakukan oleh pemegang ijin edar (dalam hal ini industri farmasi) atau kuasanya. Penerima kuasa dapat berupa Industri Farmasi atau Pedagang Besar Farmasi importir yang ditunjuk oleh Industri Farmasi pemilik izin edar untuk melakukan impor obat. Dalam hal pendistribusian obat,  distribusi obat boleh dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) importir tersebut berdasarkan perjanjian kerja sama/penunjukan industri farmasi pemegang ijin edarnya.