Obat
PEREDARAN OBAT PALSU

Pertanyaan :

Bagaimana tindak lanjut BPOM terhadap peredaran obat palsu?

Jawaban :

Saat ini, dalam rangka menertibkan obat ilegal termasuk palsu di peredaran, BPOM telah melakukan berbagai upaya antara lain:

  1. Membuat Surat Edaran kepada seluruh sarana pelayanan kefarmasian dan fasilitas pelayanan kesehatan (Apotek, Klinik, Toko Obat, Rumah Sakit, dan Puskesmas) untuk menjamin pengadaan hanya berasal dari tempat/sarana resmi dan diserahkan kepada pasien sesuai aturan yang berlaku.
  2. Menginstruksikan kepada seluruh Balai Besar/Balai POM di Indonesia untuk melakukan penertiban pengadaan dan penyaluran dalam rangka peredaran obat di Indonesia.
  3. Melakukan sampling secara intensif terhadap produk obat di sarana pelayanan kesehatan.
  4. Memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk memberikan sanksi lebih tegas kepada sarana pelayanan kefarmasian yang melanggar peraturan.
  5. Revitalisasi Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal yang telah diresmikan oleh Bapak Wakil Presiden pada Tahun 2011.
  6. Mengaktifkan peran Single Point of Contact dari setiap Industri Farmasi agar meningkatkan kontribusinya dalam penanggulangan obat palsu.
  7. Bekerja sama dengan asosiasi profesi untuk memberikan pembinaan kepada anggotanya.