Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi, maka semakin beragam pertanyaan yang diajukan oleh konsumen dan dengan semakin banyaknya jenis produk obat dan makanan yang diproduksi membuat konsumen semakin sulit memilih dan menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan di samping syarat utama beredarnya produk obat dan makanan di Indonesia yaitu aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu. Hal ini merupakan tantangan bagi petugas Layanan Pengaduan/ Informasi Konsumen di Pusat dan Balai untuk selalu memberikan informasi yang cepat, tepat, akurat dan termutakhir kepada Konsumen.

Peningkatan pelayanan publik adalah salah satu titik penting dalam pelaksanaan kepemerintahan yang baik (good governance), sehingga kualitas pelayanan publik juga menjadi indikator utama bagi masyarakat untuk menilai sejauh mana kepemerintahan sudah semakin baik. Reformasi pelayanan publik dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu menampung aspirasi masyarakat yang akan menjadi jalan bagi peningkatan partisipasi masyarakat di bidang pelayanan publik.

Oleh karena itu BPOM sebagai Badan Publik melaksanakan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan partisipasi masyarakat (stakeholders) melalui wadah Unit Layanan Pengaduan Konsumen baik di Pusat BPOM maupun Unit Pelaksana Teknis (Balai Besar/Balai POM) di seluruh Indonesia yang saat ini telah diperkuat juga dengan layanan Contact Center HALO BPOM 1500533, yang tujuan utamanya adalah membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat/ konsumen (stakeholders) untuk mencari informasi atau menyampaikan keluhan-keluhan baik yang bersifat ilmiah maupun segala masalah yang berkaitan dengan pengawasan produk obat dan makanan yang menjadi kompetensi BPOM.