Ringkasan Eksekutif

Dalam upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat dari risiko produk obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya memperkuat Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang komprehensif dan menyeluruh. Salah satu konsep dasar SisPOM adalah pengawasan oleh masyarakat/konsumen, melalui peningkatan kesadaran dan peningkatan pengetahuan mengenai kualitas produk yang digunakannya dan cara-cara penggunaan produk yang rasional. Pengawasan oleh masyarakat sendiri sangat penting dilakukan karena pada akhirnya masyarakatlah yang mengambil keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk.  Dalam hal ini pelayanan komunikasi, informasi, edukasi (KIE) mempunyai arti penting untuk pemberdayaan masyarakat/konsumen. Komunikasi BPOM dengan publik, yang terdiri dari instansi pemerintah lain, pelaku usaha, konsumen, LSM, Asosiasi dan pihak akademisi dapat terlaksana melalui suatu wadah komunikasi dua arah antara BPOM dengan publiknya, yaitu melalui suatu Unit yang secara struktural berada di Bagian Pengaduan Konsumen - Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat dan di bawah koordinasi Sekretaris Utama BPOM yang lebih dikenal dengan nama Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK). Sebagai organisasi yang terbuka (open-organization) dan sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada publik (Public Accountable), BPOM membuka akses kepada masyarakat/konsumen untuk menyampaikan saran, pertanyaan, informasi, dan pengaduan melalui ULPK BPOM, sehingga ULPK menjadi lini terdepan dan sebagai image maker BPOM dalam menciptakan, membina, dan memelihara citra organisasi kepada publiknya/stakeholdersnya.

ULPK BPOM yang layanannya saat ini telah diperkuat dengan Contact Center HALO BPOM 1500533 serta layanan ULPK di 31 Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia yang secara struktural berada di Bidang/Seksi Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen dibantu oleh Tim Koordinasi Unit Teknis di lingkungan BPOM. Proses komunikasi publik ULPK BPOM dalam memberikan informasi dan menindaklanjuti pengaduan obat dan makanan didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bukti-bukti ilmiah (Scientific based). Infomasi dan masukan dari publik merupakan sistem peringatan dini (early warning system) yang berfungsi sebagai petunjuk awal dalam pelaksanaan sampling pengawasan obat dan makanan. Pengaduan dan informasi konsumen yang berulang dijadikan Standar Jawaban sebagai Standar Jawaban sebagai bahan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat.

Upaya peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi  (KIE) telah dilakukan oleh ULPK baik di Pusat melalui kegiatan sosialisasi dan promosi ke beberapa sekolah, komunitas ibu-ibu PKK, lintas sektor terkait, dan masyarakat umum lainnya baik di Pusat maupun di Daerah, melalui kegiatan penyebaran informasi yaitu penyuluhan langsung ke masyarakat yang dilakukan oleh Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Promosi keberadaan ULPK juga dilakukan melalui kegiatan Pameran, Iklan Layanan Masyarakat, Talk Show, Siaran Pers dan melalui website BPOM.