TOP 6 Outstanding Achievement, Badan POM Masuki Tahap Evaluasi Lanjutan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020


25 Nov 2020 68

Jakarta – Pacu prestasi, Badan POM kembali berpartisipasi dalam ajang Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Ombudsman RI, dan Kantor Staf Presiden. Ini merupakan keikutsertaan Badan POM yang ke-3 kalinya, dimana Badan POM masuk dalam kategori Oustanding Achievement. Kategori ini diperuntukkan khusus bagi instansi pemerintah yang telah berhasil memenangkan kompetisi di tahun 2018 dan 2019.

Tahap evaluasi dokumen yang telah berhasil dilalui, membawa Badan POM masuk sebagai TOP 6 kategori Outstanding Achievement Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020 berdasarkan hasil Rapat Pleno Tim Evaluasi yang terdiri dari Azwar Abubakar, mantan Menteri PANRB; Meuthia Ganie-Rochman, akademisi dari Departemen Sosiologi Universitas Indonesia; Eva Kusuma Sundari, anggota Tim Reformasi Birokrasi Nasional; Adi Prasetya, Wakil Pimpinan Redaksi Berita Satu TV; dan Sad Dian Utomo, tenaga ahli PATTIRO.

“Peran strategis pengaduan masyarakat telah lama disadari Badan POM. Pengaduan merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik dan sebagai early warning system pengawasan Obat dan Makanan. Badan POM telah memiliki Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di BPOM pusat, 33 Balai Besar/Balai POM, dan 40 Loka POM di kabupaten/kota,” jelas Elin Herlina, Sekretaris Utama Badan POM di hadapan tim evaluasi pada tahap evaluasi lanjutan, Jumat (13/11).

“Komitmen pimpinan dan seluruh unit kerja di Badan POM; penetapan regulasi/kebijakan; penyediaan anggaran; sarana prasarana dan teknologi; penyediaan SDM; serta mekanisme monitoring dan evaluasi pengelolaan pengaduan menjadi pendorong efektivitas implementasi Sistem Pengelolaan Pengaduan di Badan POM,” tambah Elin.

Elin juga menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan pengaduan di Badan POM dalam mendukung perbaikan kualitas pelayanan publik dapat terlihat dari pencapaian indikator kinerja terkait pelayanan publik dan pengelolaan pengaduan yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Badan POM dengan nilai capaian yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan tingkat partisipasi masyakat yang aktif dalam menyampaikan pengaduan yang naik 67.12% sejak tahun 2014.

“Perbaikan pelayanan publik sebagai hasil dari pengaduan masyarakat diantaranya deregulasi dan debirokratisasi persyaratan, pemotongan biaya pendaftaran pangan olahan bagi UMKM sebesar 50% dari PNBP; Program Terpadu Pengembangan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan Berdaya Saing. Terkait pengaduan Obat dan Makanan ilegal, BPOM juga telah memiliki Deputi Bidang Penindakan dan sedang menunggu RUU Pengawasan Obat dan Makanan”, tambahnya.

“Badan POM berharap integrasi aplikasi pengelolaan pengaduan yang telah dimiliki Badan POM dengan Aplikasi LAPOR! dapat segera terealisasi agar koordinasi tindak lanjut pengaduan Obat dan Makanan yang memerlukan kerjasama dengan instansi lain dapat dilakukan dengan cepat,” tutupnya.

Melalui kompetisi ini, Badan POM berharap dapat melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang lebih baik di masa akan datang.

Berani LAPOR! untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik!

Bagikan
Whatsapp