Dukung Lawan Korupsi, BPOM Beri Edukasi Pengawasan Obat dan Makanan pada Integrity Expo di Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2022


11 Des 2022 855
BPOM turut hadir pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia pada tanggal 9–10 Desember 2022 di Menara Bidakara, Jakarta Selatan.  Mengusung tema “Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi”, acara dimeriahkan dengan kegiatan Integrity Expo yang memberi ruang kepada Kementerian/Lembaga, Organisasi dan Pemerintah Daerah untuk mempublikasikan kinerja lembaga dalam upaya pencegahan korupsi di lembaga masing-masing.  Pengunjung pameran berasal dari Kementerian /Lembaga, BUMN/BUMD, Institusi Pendidikan, Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan masyarakat.

Melalui booth yang menarik dan edukatif, BPOM hadir pada kegiatan Integrity Expo dengan memberikan edukasi seputar pengawasan Obat dan Makanan.  BPOM mengenalkan inovasi pengawasan intern terkait pencegahan korupsi di lingkungan BPOM, diantaranya Aplikasi Sang Integritas yaitu Sistem Informasi Benturan Kepentingan, Whistleblowing System dan Gratifikasi. Disamping itu ditampilkan pula produk-produk Obat dan Makanan yang sudah mencantumkan pesan antikorupsi “Berani Jujur Hebat” pada label kemasan produk obat dan makanan dengan harapan pesan tersebut dapat dibaca konsumen sehingga terbangun stimulus budaya antikorupsi pada seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya itu, BPOM memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Obat dan Makanan aman diantaranya melalui sosialisasi Cek KLIK, aplikasi BPOM Mobile, kanal HALOBPOM, aplikasi LAPOR, pemberian ragam produk informasi seputar Obat dan Makanan serta pemberian kuis interaktif dengan hadiah menarik. Pramujaga BPOM juga mengenalkan aplikasi e-public warning yang berisi informasi mengenai produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan yang mengandung Bahan Kimia Obat sebagai rujukan informasi bagi masyarakat agar terhindar dari membeli dan mengonsumsi produk yang berbahaya.

“Wah, saya baru tahu ini untuk kode registrasi produk lainnya, selama ini saya hanya tahu kode registrasi untuk produk kosmetik, kodenya NA kan?” ujar salah satu pengunjung dari Kementerian dengan antusias saat pramujaga BPOM menjelaskan mengenai Izin Edar Obat dan Makanan. Tidak hanya dari Kementerian/Lembaga, pengunjung booth BPOM juga  berasal dari pelaku usaha. “Apakah produk kripik singkong didaftarkan di BPOM? Kami memiliki rumah produksi sendiri untuk memproduksi produk tersebut.” tanya seorang pengunjung. Petugas Pramujaga BPOM dengan jelas dan lugas memberikan layanan konsultasi  seputar tata cara registrasi produk untuk memberikan solusi pada  pelaku usaha tersebut.

Edukasi di booth BPOM juga dimeriahkan dengan pemberian POMQUIZ yang diikuti oleh pengunjung baik secara individu maupun kelompok. Pengunjung sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti kuis. “Saya suka nih kuis seperti ini mengedukasi sekali. Walaupun salah, tapi jadi semakin tahu ilmunya”, ujar salah satu pengunjung yang mengikuti POMQUIZ. Setelah mendapatkan edukasi dari pramujaga BPOM, pengunjung melakukan foto di booth BPOM dengan properti foto berisi pesan seputar Obat dan Makanan. Selama kegiatan berlangsung, total pengunjung yang hadir di booth BPOM adalah sebanyak 253 orang.

Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait pengawasan Obat dan Makanan pada gelaran Integrity Expo diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sistem Pengawasan Obat dan Makanan serta berkomitmen untuk berantas korupsi. Ayo bersama kita bisa lawan korupsi! (Desnita)
Bagikan
Whatsapp