Kosmetik


bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah boleh menggunakan kosmetik khusus bayi untuk remaja?
bpom A
Jawaban:   
Kosmetik khusus untuk bayi seperti bedak bayi bisa saja dipakai untuk remaja, namun lebih baik penggunaan kosmetik disesuaikan dengan usia, jenis kulit dan jenis kebutuhan kulit masing-masing individu.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah BPOM menguji krim racikan dokter spesialis kulit terhadap merkuri atau hidrokinon?
bpom A
Jawaban:   
BPOM tidak menguji krim racikan dokter. Merkuri tidak boleh digunakan untuk sediaan kosmetika perawatan kulit dan tidak boleh ada di dalam racikan kosmetik.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah benar bahwa tanda/kode warna berupa strip pada kemasan ujung tube pasta gigi (bagian yang pipih)dengan warna yang berbeda-beda memiliki arti tertentu yaitu apabila warna hitam: kimia; biru: herbal dan obat; merah: obat dan kimia; hijau: herbal.
bpom A
Jawaban:   
BPOM tidak mengatur pemberian kode dengan tanda warna pada kemasan pasta gigi (kosmetik) dan warna tersebut tidak berhubungan dengan komposisi produk tersebut seperti berita yang beredar, kemungkinan perbedaan warna tersebut karena produk menggunakan pemasok (supplier) kemasan yang berbeda.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah suntik vitamin C, suntik Silikon dan suntik Botox yang banyak dilakukan di klinik kecantikan dengan klaim menjanjikan kulit menjadi putih dan dapat menghilangkan kerutan dan tanda-tanda penuaan di wajah termasuk kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
Produk yang digunakan melalui suntikan tidak termasuk kosmetika tetapi masuk dalam kategori Obat.
Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Kepala BPOM Nomor  HK.03.1.23.12.10.11983 Tahun 2010 tentang  Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 34 Tahun 2013, disebutkan bahwa Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
Peraturan lengkap dapat diunduh di http://jdih.pom.go.id
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Berita tentang beberapa produk lipstik yang mengandung timbal yang bersifat karsinogenik, yaitu merek Christian Dior, Lancome, Clinique, Y.S.L., Estee Lauder, Shiseido, Red Earth (Lip Gloss), Chanel (Lip Conditioner), Market America-Motives Lipstick, Maybelline. Apakah benar produk-produk tersebut mengandung timbal dan sudah ternotifikasi di BPOM?
bpom A

Jawaba:   
Berita tersebut tidak benar. Hal tersebut telah diklarifikasi oleh BPOM Melalui website pada link http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/35/Deteksi-Cemaran-Logam-Berat-dalam-Kosmetika.html
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah asam retinoat dilarang untuk produk kosmetika mengingat Public Warning BPOM tentang kosmetika yang dilarang bahwa ada kosmetika yang mengandung asam retinoat ditarik?
bpom A
Jawaban:   
Asam retinoat termasuk kategori obat yang harus diberikan oleh dokter untuk perawatan kulit (bukan sebagai kosmetik), sehingga dalam produk kosmetika (termasuk Pemutih wajah) yang dijual bebas di pasaran tidak boleh ada kandungan asam retinoat.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah jika akan mengecek kandungan merkuri pada kosmetika bisa dengan cara menggosokkan pada logam/emas?
bpom A
Jawaban:   
Untuk mengetahui ada tidaknya Hg (merkuri) dalam suatu sediaan kosmetika tidak bisa dilakukan dengan cara menggosokkan emas ke dalam kosmetika tersebut, tetapi harus melalui reaksi pembentukan amalgam antara tembaga dengan Hg atau reaksi pengendapan dengan KI atau dengan menggunakan alat/instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) yang dilakukan di laboratorium.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah Tationil injeksi di salon-salon kecantikan sudah ternotifikasi dan apa efek sampingnya?
bpom A
Jawaban:   
Tationil injeksi ternotifikasi di BPOM sebagai Obat, bukan kosmetika. Tationil termasuk obat keras yang tidak boleh dijual di salon kecantikan atau toko obat. Efek samping Tationil adalah dapat mengganggu fungsi hati dan produksi air susu, dan dilarang digunakan pada ibu hamil. Tationil injeksi hanya dapat digunakan dibawah pengawasan dokter.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah setiap kosmetika yang akan diproduksi atau diedarkan diuji terhadap cemaran mikroba?
bpom A
Jawaban:   
Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 tentang Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat dalam Kosmetika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 17 Tahun 2014 disebutkan bahwa kosmetika yang diproduksi dan atau diedarkan harus memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu juga harus memenuhi persyaratan cemaran mikroba dan logam berat.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah sanksi yang dikenakan pada produsen kosmetika bila produk kosmetika yang  diproduksi dan diedarkan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan?
bpom A

Jawaban:   
Sesuai Pasal 20 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1176/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Notifikasi Kosmetika, disebutkan bahwa:
1.    Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan ini dapat dikenai sanksi administratif berupa:
a.    peringatan tertulis;
b.    larangan mengedarkan kosmetika untuk sementara;
c.    penarikan kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan, kemanfaatan, dan penandaan dari peredaran;
d.    pemusnahan kosmetika; atau
e.    penghentian sementara kegiatan produksi dan/atau peredaran kosmetika
2.    Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain dikenai sanksi administratif dapat pula dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Bagaimana memilih produk kosmetika yang aman dan terdaftar?
bpom A
Jawaban:   
Produk yang aman adalah produk yang telah ternotifikasi dan penandaan sesuai dengan yang telah disetujui. Produk kosmetika terdaftar dapat dilihat pada website BPOM di http://www.pom.go.id pilih produk teregistrasi atau http://ceknie.pom.go.id, dapat dicari melalui nama produk, merk, atau dapat menghubungi HaloBPOM 1500533 atau SMS ke 081219999533 atau email ke halobpom@pom.go.id

Berikut adalah Tips untuk memilih Kosmetika yang Baik:
a.    Kemasan
Pastikan kemasan produk dalam keadaan baik (tidak rusak/cacat/jelek). Perhatikan isi produk apakah ada perubahan warna, bau dan konsistensi produk (produk menjadi lebih encer).
b.    Label
Kosmetika yang memenuhi persyaratan akan mencantumkan penandaan secara lengkap.
Perhatikan juga komposisi bahan dalam produk kosmetika, apakah terdapat bahan yang dapat menyebabkan alergi, iritasi atau sensitisasi. Bila ragu, tanyakan pada beauty advisor atau sales promotion atau penjualnya atau gunakan tester (bila tersedia).
c.    Izin Edar
Sudah mendapat izin edar/ternotifikasi di BPOM. Kode izin edar/notifikasi :
POM N + kode benua ( A sampai dengan E) diikuti oleh 11 digit angka (notifikasi).
Kode POM CA/CD/CL sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 31 Desember 2013 sesuai dengan Surat Edaran Deputi 2 Nomor 06.03.43.03.11.590 tentang Izin Edar.
d.    Kegunaan dan Cara Penggunaan
Gunakanlah kosmetik sesuai dengan kebutuhan, tanpa terpengaruh oleh promosi dan iklan yang berlebihan. Perhatikan dan ikuti cara penggunaan produk kosmetika
e.    Kedaluwarsa
Lakukan pengecekan tanggal pembuatan dan/atau batas kedaluwarsa produk kosmetika yang dibeli. Hindari pemakaian kosmetika yang sudah kedaluwarsa atau jika produk telah berubah warna, tekstur dan aromanya.
f.    Hindari pemakaian jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apa saja yang dapat membatalkan notifikasi?
bpom A
Jawaban:   
Notifikasi menjadi batal atau dapat dibatalkan, apabila:
1.    Izin produksi kosmetika, izin usaha industri, tanda daftar industri, Surat Izin Usaha Industri Perdagangan, dan/atau Angka Pengenal Impor (API) sudah tidak berlaku;
2.    Berdasarkan evaluasi, kosmetika yang telah beredar tidak memenuhi persyaratan teknis (keamanan, manfaat, mutu, penandaan dan klaim);
3.    Atas permintaan pemohon notifikasi;
4.    Perjanjian kerjasama antar pemohon dengan perusahaan pemberi lisensi/industri penerima kontrak produksi, atau surat penunjukan keagenan dari produsen negara asal sudah berakhir dan tidak diperbaharui;
5.    Kosmetika yang telah beredar tidak sesuai dengan data dan/atau dokumen yang disampaikan pada saat permohonan notifikasi;
6.    Pemohon notifikasi tidak memproduksi, atau mengimpor dan mengedarkan kosmetika dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah dinotifikasi; atau
7.    Terjadi sengketa dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Informasi lengkap dapat dilihat di Bab IIIA Pasal 14A Peraturan Kepala BPOM Nomor 34 Tahun 2013 tentang  Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika, yang dapat diunduh di http://jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Bagaimana tata cara melakukan notifikasi kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
1.    Pemohon notifikasi harus mendaftarkan perusahaannya terlebih dahulu sebagai “Pemohon Notifikasi” secara elektronik di website BPOM http://notifkos.pom.go.id/bpom-notifikasi
2.    Pemohon Notifikasi yang telah ternotifikasi dapat mengajukan notifikasi kosmetika secara online dengan:
a.    Mengisi template notifikasi secara lengkap dan benar
b.    Mengunggah data sesuai yang diminta dalam template
c.    Mengirim (submit) template
d.    Membayar biaya notifikasi setelah menerima perintah bayar yang disampaikan secara elektronik
e.    Mengembalikan asli bukti pembayaran ke BPOM atau Balai POM terdekat dengan domisili Pemohon Notifikasi
f.    Menunggu pemberitahuan secara elektronik bahwa kosmetika telah ternotifikasi, konfirmasi (permintaan tambahan data) atau ditolak maksimal 14 HK)
Informasi lengkap dapat dilihat di Peraturan Kepala BPOM Nomor  HK.03.1.23.12.10.11983 Tahun 2010 tentang  Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 34 Tahun 2013, yang dapat diunduh di http://jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apa perbedaan notifikasi kosmetika dengan registrasi kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
Registrasi kosmetika :
Dilakukan pre-market evaluation, dimana dokumen lengkap tentang produk diserahkan ke BPOM untuk dilakukan evaluasi terhadap dokumen produk sebelum dikeluarkan nomor izin edar (nomor registrasi) dan kemudian dapat diedarkan.
Notifikasi kosmetika:
Dilakukan post-market evaluation, dimana evaluasi lengkap dokumen/data produk dilakukan setelah produk di peredaran. Data awal yang diminta merupakan data/informasi yang bersifat minimal.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apa yang dimaksud dengan kosmetika, kosmetika lisensi, kosmetika kontrak dan kosmetika impor?
bpom A
Jawaban:   
Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM Nomor HK.03.1.23.12.10.11983 Tahun 2010 tentang  Kriteria dan Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 34 Tahun 2013, yang dimaksud dengan kosmetika, kosmetika lisensi, kosmetika kontrak dan kosmetika impor adalah sebagai berikut:
•    Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.
•    Kosmetika lisensi adalah kosmetika yang dibuat di wilayah Indonesia atas dasar penunjukan atau persetujuan tertulis dari industri kosmetika di negara asal.
•    Kosmetika kontrak adalah kosmetika yang pembuatannya dilimpahkan kepada industri kosmetika lain berdasarkan kontrak.
•    Kosmetika impor adalah kosmetika yang dibuat oleh industri kosmetika di luar negeri, sekurang-kurangnya dalam kemasan primer.
Peraturan lengkap dapat diunduh di http://jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan: 
Apakah kosmetika pemutih kulit yang mengandung Hidrokinon aman digunakan?
bpom A
Jawaban:  
Penggunaan Hidrokinon pada kosmetika pemutih tidak diperbolehkan, penggunaannya berdasarkan Lampiran I Peraturan Kepala BPOM Nomor 18 tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik (Daftar Bahan yang Diperbolehkan Digunakan dalam Kosmetika dengan Pembatasan dan Persyaratan Penggunaan), tercantum bahwa Hydroquinone dan Hyroquinone methylether p-hydroxyanisole digunakan untuk kuku artifisial, batas kadar 0,02% setelah pencampuran sebelum digunakan, hanya diaplikasikan oleh tenaga profesional, dan hindari kontak dengan kulit. Oleh karena itu kosmetika pemutih kulit yang mengandung Hidrokinon tidak aman untuk digunakan.
Peraturan lengkap dapat diunduh di jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah ada bahan yang diizinkan dan dilarang dalam sediaan kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
Ada, bahan yang diizinkan dan dilarang dalam sediaan kosmetika dapat dilihat pada Peraturan Kepala BPOM Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, dalam lampirannya terdapat daftar sebagai berikut.
•    Lampiran I: Daftar Bahan yang Diperbolehkan Digunakan dalam Kosmetika dengan Pembatasan dan Persyaratan Penggunaan
•    Lampiran II: Daftar Bahan Pewarna yang Diperbolehkan dalam Kosmetika
•    Lampiran III: Daftar Bahan Pengawet yang Diperbolehkan dalam Kosmetika
•    Lampiran IV: Daftar Bahan Tabir Surya yang Diperbolehkan dalam Kosmetika
•    Lampiran V: Daftar Bahan yang Dilarang dalam Kosmetika

Peraturan lengkap dapat diunduh di jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Apakah diperbolehkan iklan produk kosmetika mengklaim dapat mengobati/ menyembuhkan penyakit?
bpom A
Jawaban:   
Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) huruf e Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika disebutkan bahwa klaim kosmetika tidak boleh berisi pernyataan seolah-olah sebagai obat.
Peraturan lengkap dapat diunduh di jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Bagaimana tatacara penulisan batas kedaluwarsa pada kemasan kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
Berdasarkan Pasal 12 ayat 1 dan 2 Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika, disebutkan :
(1)    Penulisan tanggal kedaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf i ditulis dengan urutan tanggal, bulan, dan tahun atau bulan dan tahun.
(2)    Penulisan tanggal kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diawali dengan kata “tanggal kedaluwarsa” atau “baik digunakan sebelum” atau kata dalam bahasa Inggris yang lazim sesuai dengan kondisi yang dimaksud.

Peraturan lengkap dapat diunduh di jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp
bpom Q
Pertanyaan:   
Keterangan/informasi minimal apa yang harus dicantumkan pada etiket wadah dan/atau pembungkus kosmetika?
bpom A
Jawaban:   
Berdasarkan Pasal 7 ayat 1 dan 2 Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika disebutkan :
1.    Penandaan paling sedikit harus mencantumkan:
a.    Nama kosmetika;
b.    Kegunaan;
c.    Cara penggunaan;
d.    Komposisi;
e.    Nama dan negara produsen;
f.    Nama dan alamat lengkap pemohon notifikasi;
g.    Nomor bets;
h.    Ukuran, isi, atau berat bersih;
i.    Tanggal kedaluwarsa;
j.    Nomor notifikasi, dan
k.    Peringatan/perhatian dan keterangan lain, jika dipersyaratkan.
2.    Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), informasi huruf b dan huruf c tidak harus dicantumkan untuk Kosmetika yang sudah jelas diketahui kemanfaatan/kegunaan dan cara penggunaannya.

Peraturan lengkap dapat diunduh di jdih.pom.go.id.
Bagikan
Whatsapp