Bijak Informasi, Saring sebelum Sharing


24 Agu 2021 48

“Bunda saya suka mencampur beberapa tetes minyak kayu putih di segelas air. Katanya minyak kayu putih bisa mencegah corona, bagaimana pendapat Ibu?”. 
Frida Gustrisita - Peserta talkshow “Infodemik: Bahaya Isu Obat dan Makanan di Tengah Pandemi”  

Di tengah sibuknya upaya penanganan pandemi COVID-19, kini timbul bahaya “virus” baru yang tengah mewabah di dunia. “Virus” tersebut dikenal dengan nama infodemik (information pandemic). Infodemik ini merupakan informasi berlebihan terhadap suatu masalah sehingga masyarakat kesulitan mengidentifikasi hal yang benar dan salah. Infodemik bisa menyebar lebih cepat, mudah, dan berbahaya jika tidak diklarifikasi dengan cepat dan tuntas. Salah satu contohnya, seperti yang disampaikan Frida Gustrisita, bahwa minyak kayu putih dapat mencegah corona. 

Selama pandemi, hingga Oktober 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat terdapat 2020 konten hoaks seputar COVID-19 di media sosial, termasuk hoaks COVID-19 terkait Obat dan Makanan. Maraknya infodemik terkait hoaks kesehatan termasuk Obat dan Makanan ini perlu ditangani dengan segera. Salah satunya melalui peningkatan upaya literasi digital, agar masyarakat tahu dan mampu memanfaatkan sarana digital untuk mencari informasi secara bijak dan tepat.  

Karena itu, Badan POM menyelenggarakan talkshow “Infodemik: Bahaya Isu Obat Dan Makanan di Tengah Pandemi” pada Jumat (18/12). Talkshow yang dilaksanakan secara hybrid dan ditayangkan secara live di akun Youtube Badan POM ini diikuti generasi muda kalangan pelajar, mahasiswa, pemuda pemudi Indonesia, perwakilan organisasi masyarakat/profesi, perwakilan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta jajaran pegawai Badan POM baik pusat, Balai Besar/Balai POM dan Loka POM di seluruh Indonesia. 

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito yang membuka secara langsung talkshow ini menyampaikan bahwa saat ini banyak infodemik beredar secara cepat dan masif di ruang digital dan media sosial. Salah satu yang mendominasi adalah isu terkait obat dan vaksin, obat tradisional, dan suplemen kesehatan penangkal COVID-19.

“Untuk itu, Badan POM terus mengintensifkan penyebaran informasi yang benar bersama lintas sektor, dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujar Penny K. Lukito. “Talkshow ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat terkait informasi dan klarifikasi berbagai isu Obat dan Makanan. Termasuk cara mengidentifikasi kebenaran isu serta memilih Obat dan Makanan aman di masa pandemi COVID-19. Meningkatkan literasi masyarakat pada informasi yang tepat dan benar adalah upaya yang perlu kita intensifkan dalam memerangi hoaks dan disinformasi,” tambahnya. 

Sepakat dengan Kepala Badan POM, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkar, yang hadir sebagai narasumber talkshow, juga menyampaikan bahwa penanganan infodemik memerlukan sinergi lintas sektor. “Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pendekatan dari hulu-tengah-hilir dalam memerangi/memutus rantai hoaks,” tuturnya. “Dari hulu, seluruh pihak bergerak memberdayakan masyarakat, melakukan KIE dan kerja sama dengan media dalam memerangi hoaks. Dari tengah, melakukan pengelolaan informasi publik dengan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Sementara itu, dari hilir dilakukan melalui penegakan hukum maupun melakukan take down/pemblokiran situs-situs berkonten negatif informasi hoaks,” ungkapnya lebih lanjut.

Tak hanya Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, talkshow ini juga menghadirkan Sekretaris Utama Badan POM Elin Herlina, Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Togi Junice Hutadjulu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Reri Indriani, serta public figure Melaney Ricardo sebagai narasumber.

Melaney Ricardo turut menyampaikan ajakannya kepada masyarakat, terutama public figure, agar lebih teliti dan bijak dalam menyebarkan informasi. “Jika memperoleh sebuah informasi, segera cek kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi tersebut. Karena apapun yang public figure sharing akan berdampak kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Untuk membekali peserta talkshow, Sekretaris Utama Badan POM Elin Herlina membagikan 6 cara tangkal hoaks, agar dapat mengidentifikasi apakah informasi tersebut fakta atau hoaks.

Khusus untuk isu Obat dan Makanan, masyarakat dapat mengakses penjelasan/klarifikasi Badan POM di website www.pom.go.id atau dapat dilihat pada media sosial official Badan POM yaitu Facebook, Instagram, dan Twitter. Selain itu, masyarakat juga dapat meminta informasi melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) di seluruh Indonesia dan Contact Center HaloBPOM 1500533. Mari kita menjadi generasi anti hoaks yang bijak informasi. Saring sebelum sharing. Sebarkan hanya informasi yang benar, serta jangan lupa edukasi juga keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita. 

 

PM - Nelly & Eka

 

Sumber Berita: https://bit.ly/MajalahPOMEdisi7

 
Bagikan
Whatsapp