Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berinovasi dalam memperkuat komunikasi publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop VIBE (Visual, Innovation, Branding, and Engagement) Volume 3: Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembuatan Konten KIE BPOM pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Hukum dan Organisasi BPOM ini berlangsung secara hybrid, yaitu luring bertempat di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM, Jakarta, serta daring melalui zoom meeting.
Workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BPOM, khususnya tim pengelola Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam menghasilkan konten KIE obat dan makanan yang kreatif, menarik, relevan, dan mudah dipahami masyarakat. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang bagi pengelola KIE untuk mengembangkan ide, menyusun naskah, menciptakan visual, merancang desain, hingga mengoptimalkan konten untuk berbagai platform digital secara lebih efisien.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM, Andriana Krisnawati, menekankan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini tidak hanya terletak pada ketepatan informasi, tetapi juga pada kemampuan menyajikan pesan secara kreatif dan komunikatif agar mampu menarik perhatian, membangun kepercayaan, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait obat dan makanan.
“AI merupakan alat bantu, bukan pengganti tanggung jawab dan penilaian profesional manusia. Kecepatan menghasilkan konten tidak boleh mengalahkan ketepatan informasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutan pembukaan workshop.
Ia juga menegaskan bahwa setiap substansi KIE harus diverifikasi, dipastikan kebenarannya, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemanfaatan AI perlu memperhatikan etika, keamanan informasi, hak kekayaan intelektual, serta karakter dan identitas komunikasi publik BPOM.
Menghadirkan narasumber Muhammad Hashfi Aufar, Founder & CEO PT Kelas Digi Kreatif, workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ruang untuk mengenal berbagai perangkat AI, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran praktis. Melalui paparan interaktif, praktik langsung, diskusi, berbagi pengalaman, dan evaluasi hasil karya, peserta didorong untuk bereksperimen serta mengembangkan konten KIE yang aplikatif sesuai kebutuhan komunikasi publik.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 280 peserta, yang terdiri atas pengelola KIE dari unit kerja pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia. Keterlibatan peserta lintas unit diharapkan dapat memperluas penerapan keterampilan pemanfaatan AI sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam produksi konten edukasi di lingkungan BPOM.
Workshop VIBE Volume 3 merupakan kelanjutan dari Volume 2 yang berfokus pada penguatan kemampuan sumber daya manusia BPOM sebagai talent konten dan narasumber KIE. Pada volume kali ini, penguatan kapasitas dilanjutkan melalui pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses kreatif dan produksi konten.
Sejalan dengan tema VIBE, aspek Visual menekankan pentingnya penyajian visual yang menarik dan mudah dipahami; Innovation mendorong kreativitas dan adaptasi terhadap perkembangan media digital; Branding memastikan konsistensi identitas dan citra BPOM; sedangkan Engagement mengarahkan komunikasi agar lebih relevan, interaktif, dan mampu membangun keterlibatan masyarakat.
Pemanfaatan AI dalam produksi konten KIE juga diharapkan mendukung penguatan branding kataBPOM sebagai identitas komunikasi dan edukasi obat dan makanan. Melalui konten yang kreatif, konsisten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, pesan edukasi BPOM diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing serta membagikannya kepada rekan kerja. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu, tetapi turut mendukung peningkatan kualitas produksi konten KIE BPOM secara berkelanjutan.
BPOM terus mendorong pemanfaatan inovasi digital secara bijak dan bertanggung jawab untuk menghadirkan komunikasi publik yang semakin berkualitas. Dengan memadukan kreativitas manusia, dukungan teknologi AI, dan akurasi informasi, konten KIE diharapkan tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga mampu memperkuat literasi masyarakat serta mendukung perlindungan masyarakat di bidang obat dan makanan. (Oke-Hukor)