Gelar Edukasi dan Vaksinasi Bersama DPR dan PPNI, BPOM Dukung Indonesia Bebas dari Pandemi


29 Sep 2021 41

 

"Negara, melalui Badan POM, telah memastikan vaksin dalam program vaksinasi di Indonesia aman untuk digunakan." Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, di hadapan peserta kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra Badan POM di Jakarta Barat, Selasa (28/09). Lebih lanjut Charles Honoris mengungkapkan bahwa Badan POM telah menguji vaksin tersebut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Karena itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mengajak para peserta kegiatan untuk menjadi duta vaksinasi. "Mari kita ajak keluarga, saudara dan lingkungan kita untuk divaksin. Kita semua harus mau divaksin dan menyelesaikan vaksinasi kedua untuk melindungi diri dan keluarga dari COVID-19. Hal ini merupakan bentuk gotong royong agar kita bisa segera keluar dari pandemi," ujar Charles Honoris menutup paparannya.

Sepakat dengan Charles Honoris, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan POM Reghi Perdana juga menekankan pentingnya masyarakat divaksin. "Vaksinasi merupakan hal yang sangat penting di masa pandemi, untuk menciptakan kekebalan komunitas," tegas Reghi Perdana. "Badan POM telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia. Penerbitan EUA ini telah melalui serangkaian kajian agar vaksin yang dihasilkan aman, berkhasiat, dan bermutu," paparnya lebih lanjut.

Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra Badan POM merupakan salah satu upaya Badan POM dalam memberikan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) kepada masyarakat. Kali ini tema yang diusung adalah Pastikan Obat dan Makanan Aman, Indonesia Bebas dari Pandemi COVID-19, dengan peserta kegiatan adalah masyarakat di wilayah Joglo Jakarta Barat.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Yudi Noviandi, yang turut hadir sebagai narasumber, menuturkan bahwa salah satu cara paling praktis untuk mengetahui apakah produk Obat dan Makanan yang akan dibeli/dikonsumsi telah penuhi persyaratan atau belum adalah dengan Cek KLIK. Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan tanggal Kedaluwarsa. "Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan saat akan membeli atau memilih produk Obat dan Makanan adalah memastikan bahasa yang tercantum dalam label. Produk Obat dan Makanan yang beredar di Indonesia, labelnya harus ada Bahasa Indonesia," tegasnya. Selain Cek KLIK, Yudi Noviandi juga mengajak peserta belajar tentang jenis-jenis bahan berbahaya yang sering dicampurkan dalam makanan, yaitu rhodamin B, boraks, dan methanyl yellow. Selain mendengarkan paparan, peserta diajak bermain melalui kuis berhadiah. Sebagian besar peserta dapat menjawab pertanyaan kuis seputar Badan POM serta Obat dan Makanan dengan benar.

Selain KIE, juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi untuk masyarakat di lingkungan sekitar wilayah Joglo tersebut. Vaksinasi yang menggunakan Vaksin Sinovac ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi Komisi IX DPR RI, Badan POM, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Melalui kegiatan KIE hari ini, Badan POM terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu memilih produk Obat dan Makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu serta bergizi. Seperti tadi disampaikan Charles Honoris, setelah mengikuti kegiatan hari ini, peserta diharapkan dapat berperan sebagai duta dalam menyebarkan informasi Obat dan Makanan yang aman untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. (PM-Nelly)

Biro Hukum dan Organisasi

https://pom.go.id/new/view/more/berita/23587/Gelar-Edukasi-dan-Vaksinasi-Bersama-DPR-dan-PPNI - Badan-POM-Dukung-Indonesia-Bebas-dari-Pandemi.html

Bagikan
Whatsapp