Perkuat Perlindungan Konsumen, Badan POM Ikuti Ajang Indonesian Consumer Protection Award (ICPA)


04 Nov 2021 37

Penganugerahan Raksa Nugraha–ICPA adalah apresiasi yang diberikan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) kepada pelaku usaha dan pemerintah yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan konsumen yang kredibel dan independen. Raksa Nugraha – ICPA 2021 ditujukan bagi 2 (dua) kategori yaitu Entitas Privat (Badan Usaha Swasta/BUMN) dan Entitas Publik (Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah).

Setelah lolos di tahap verifikasi, Rabu (3/11) Badan POM hadir dalam tahap lanjutan presentasi dan wawancara secara online. Elin Herlina, Plt. Sekretaris Utama memaparkan strategi Badan POM dalam mengimplementasikan perlindungan konsumen Obat dan Makanan yang meliputi 7 (tujuh) kriteria, yaitu aspek kepemimpinan, strategi, pelanggan atau konsumen, manajemen sumber daya, operasional produksi, peningkatan kinerja, capaian kinerja dan prestasi yang telah diraih.

Presentasi dilakukan di hadapan Tim Penilai yang terdiri dari Veri Anggrijono (Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI), Johan Efendi (Ketua Komisi dan Edukasi BPKN RI), Anna Maria Tri Anggraeni (Anggota Komisioner BPKN-RI), dan Radix Siswo Purwono (Anggota Komisioner BPKN-RI).

“Badan POM melakukan pemberdayaan konsumen dalam penyusunan hingga evaluasi pelaksanaan kebijakan pelayanan publik melalui forum koordinasi/konsultasi publik, bimbingan teknis dan advokasi, pembentukan dan pemberdayaan fasilitator dan kader keamanan pangan, survei kepuasan masyarakat, penyediaan dan pengelolaan pengaduan masyarakat, pemberian reward/penghargaan bagi pelaku usaha dan masyarakat serta pelaksanaan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Elin Herlina.

“Badan POM juga membuka berbagai saluran akses informasi dan konsultasi dua arah yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh masyarakat dan pelaku usaha. Pada masa pandemi COVID-19, Badan POM meminimalisir kegiatan tatap muka dan mengoptimalkan teknologi informasi, melalui penyediaan berbagai aplikasi online terkait perizinan Obat dan Makanan, dan layanan pengaduan dan informasi,” tambahnya.

Untuk memberikan pelayanan prima, petugas layanan publik Badan POM terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan dan evaluasi yang dilakukan secara periodik. Selain itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Badan POM terus melakukan pembenahan sarana prasarana untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bagi pengguna layanan publik Badan POM termasuk kelompok rentan.

“Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan langkah Badan POM untuk terus memberikan perlindungan konsumen. Justru di masa pandemi ini, Badan POM semakin intensif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, serta terus menciptakan inovasi untuk memberikan kemudahan akses pelayanan publik sebagai bagian dari bakti untuk negeri”, tutup Elin Herlina.
(Yanti-PM)

Bagikan
Whatsapp