Mari Bersama Melindungi dan Menjaga Kesehatan Diri


13 Mar 2022 78

“Badan POM tidak dapat melakukan tugas pengawasan di bidang Obat dan Makanan sendirian. Terutama mengingat luasnya wilayah Indonesia. Karena itu, kami memerlukan peran serta masyarakat untuk mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia. Mari kita sama-sama melindungi dan menjaga kesehatan diri.” Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum dan Organisasi Reghi Perdana saat membuka kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi melalui Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra Badan POM, Sabtu (12/03).

Kali ini, Badan POM dan Komisi IX DPR RI mengunjungi masyarakat di Kelurahan Pademangan Timur. Efalina Gultom, yang hadir mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, mengajak peserta kegiatan untuk belajar tentang Obat dan Makanan yang aman bersama Badan POM. “Hari ini, Badan POM akan menyampaikan edukasi tentang Obat dan Makanan, salah satunya bagaimana cara memilih produk Obat dan Makanan yang aman untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Kepada 500 orang peserta kegiatan, Nurvika Widyaningrum, Koordinator Kelompok Substansi Pengaduan Masyarakat, menjelaskan bahwa Badan POM diberi tugas untuk melakukan pengawasan terhadap produk obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. “Setiap produk Obat dan Makanan yang ada di Indonesia, harus didaftarkan di Badan POM untuk dipastikan apakah aman, berkhasiat, dan bermutu sebelum diedarkan di masyarakat,” jelasnya.

Nurvika menambahkan bahwa sebelum mengonsumsi Obat dan Makanan ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat. Contohnya, produk obat. Terdapat obat yang dapat dibeli secara bebas di apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, dan ada produk obat yang harus memakai resep dokter. “Yang pasti, setiap produk Obat dan Makanan harus terdaftar di Badan POM. Dan nomor izin edar adalah bukti bahwa produk tersebut telah terdaftar di Badan POM,” tegasnya.

Lalu bagaimana cara mengecek suatu produk telah terdaftar di Badan POM? Oke Dwiraswati dari Kelompok Substansi Pengaduan Masyarakat menyampaikan bahwa Badan POM memiliki aplikasi yang membantu dan memudahkan masyarakat untuk mengecek legalitas produk Obat dan Makanan, yaitu BPOM Mobile. Aplikasi ini gampang untuk digunakan. Masyarakat cukup mengunggah aplikasi pada gawainya, kemudian melakukan scan pada barcode yang ada pada label/kemasan produk.

“Jika ragu atau memerlukan informasi lebih lanjut, masyarakat juga dapat menghubungi contact center HALOBPOM di nomor 1500533,” ujar Oke Dwiraswati. “Atau jika masyarakat menemukan produk yang dicurigai tidak memiliki izin edar/ilegal atau bermasalah, silakan hubungi kami juga. Nanti petugas kami akan kami akan melakukan penelusuran untuk mencari tempat produksi dan distribusi produk bermasalah tersebut,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain melindungi dan menjaga kesehatan sendiri, upaya pencarian informasi dan pelaporan atau pengaduan seperti ini, merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam pengawasan Obat dan Makanan. (PM-Nelly)

 

 

Bagikan
Whatsapp