Jangan Pilih-pilih Vaksin, Vaksin yang Terbaik adalah Vaksin yang Tersedia


20 Mar 2022 173

Menegaskan pernyataan Monang Tambunan, Koordinator Kelompok Substansi Pengaduan Masyarakat Nurvika Widyaningrum juga mengajak warga Penjaringan Jakarta Utara yang menjadi peserta kegiatan Sinergi Edukasi untuk segera melengkapi vaksinasi.

“Pemerintah telah menetapkan program vaksinasi booster yang merupakan upaya untuk mengembalikan imunitas dan meningkatkan kembali antibodi yang menurun,” jelas Nurvika Widyaningrum. “Jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia. Semua vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan POM,” tegasnya sebelum membuka secara resmi kegiatan Sinergi Edukasi.

Sama seperti sebelumnya, kegiatan Sinergi Edukasi yang kali ini diselenggarakan di Yayasan Stella Maris Penjaringan Jakarta Utara juga terus mengajak peserta kegiatan untuk menjaga dan menerapkan hidup sehat. Salah satu caranya dengan mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi. Oke Dwiraswati dan Euis Susanti yang hadir menjadi narasumber hari ini mengajak masyarakat sebagai konsumen untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan.

“Kami di Badan POM mempunyai tugas untuk mengawasi produk Obat dan Makanan agar aman dikonsumsi, bermanfaat/berkhasiat dan bermutu,” jelas Oke Dwiraswati. “Pelaksanaan tugas ini salah satunya diwujudkan dengan memberikan nomor izin edar kepada produk Obat dan Makanan yang telah memenuhi persyaratan keamanan, manfaat/khasiat, dan mutu,” ungkapnya lebih lanjut.

Oke Dwiraswati menjelaskan tiap produk Obat dan Makanan memiliki nomor izin edar yang berbeda. Sebagai contoh, nomor izin edar produk obat diawali dengan kode 3 (tiga) huruf dan kode 12 (dua belas) digit. Sementara produk obat tradisional dan suplemen kesehatan, nomor izin edarnya diawali dengan POM diikuti kode 2 (dua) huruf dan 9 (sembilan) digit angka. Sedangkan produk kosmetika diawali dengan kode 2 (dua) huruf dan 11 (sebelas) digit angka, dan terakhir produk pangan olahan diawali dengan BPOM RI kode 2 (dua) huruf dan 12 (dua belas) digit angka.

Nomor izin edar ini harus tercantum dalam kemasan produk Obat dan Makanan. Hal ini menunjukkan bahwa ia telah terdaftar di Badan POM, dan artinya aman untuk digunakan/dikonsumsi oleh masyarakat. Nomor izin edar ini juga menjadi salah satu hal penting yang harus dicek masyarakat pada saat membeli Obat dan Makanan.

“Izin edar ini adalah bagian dari KLIK, hal yang harus dicek sebelum kita membeli atau mengonsumsi produk Obat dan Makanan,” ungkap Euis Susanti. “Cek KLIK itu artinya kita mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan tanggal Kedaluwarsa produk,” tambahnya. Pengecekan KLIK ini adalah untuk kepentingan konsumen sendiri, agar terhindar dari produk yang tidak memenuhi syarat dan berisiko terhadap kesehatan. (PM-Nelly)

 

Bagikan
Whatsapp