Road to KIPP 2022: BPOM RI Berinovasi, Pertahankan Prestasi #MasukTop45


22 Mar 2022 105

“Saya mengapresiasi kegiatan hari ini. Hasil pertemuan ini akan menjadi bekal penting bagi unit kerja yang akan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) agar lebih siap. Harapannya kita dapat mempertahankan predikat tahun sebelumnya, yaitu masuk TOP45.” Demikian disampaikan Plt. Sekretaris Utama I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa dalam arahannya saat membuka kegiatan sosialisasi bertajuk "Road to KIPP 2022 #MasukTop45" secara virtual, Senin (22/03).

Lebih lanjut Plt. Sekretaris Utama menyampaikan bahwa keikutsertaan Badan POM pada ajang KIPP dapat menjadi suntikan semangat untuk meningkatkan inovasi di bidang pelayanan publik, sehingga bisa menjawab permasalahan yang dihadapi stakeholder dan masyarakat.

Rizky Amelia, Analis Kebijakan Muda Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang hadir sebagai narasumber memaparkan bahwa penyelenggaraan KIPP bertujuan salah satunya adalah untuk menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi pelayanan publik di Indonesia.

“Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 91 Tahun 2021 yang dimaksud dengan inovasi pelayanan publik adalah terobosan jenis pelayanan berupa gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang

memberikan manfaat langsung atau tidak langsung bagi masyarakat,” paparnya. “Jadi tiga poin pentingnya adalah gagasan/ide, dapat diadaptasi/dimodifikasi, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Masyarakat disini dapat berarti masyarakat umum/luas, atau masyarakat khusus/tersegmentasi,” jelas Rizky Amelia lebih lanjut.

Kepada peserta sosialisasi yang merupakan perwakilan unit kerja dan Unit Pelaksana Teknis penyelenggara pelayanan publik, Rizky Amelia memaparkan tentang teknis pelaksanaan KIPP Tahun 2022, reviu aspek penilaian dan bobot disertai contoh jawaban, serta reviu proposal unit kerja Badan POM yang diajukan mengikuti KIPP Tahun 2021.

Setiap tahun selalu terjadi peningkatan partisipasi KIPP. Pada tahun 2014, inovasi yang terdaftar di Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) berjumlah 515 dan pada tahun 2021 inovasi yang terdaftar di sinovik meningkat menjadi 3178. Pada tahun 2021, salah satu inovasi Badan POM yaitu Scan dengan BPOM Mobile: Indonesia Yakin Obat & Makanan Aman, berhasil meraih prestasi menjadi TOP45. Inovasi ini diinisiasi oleh Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan (Pusdatin) Badan POM.

Kepala Pusdatin, Syamsidar Thamrin yang ikut hadir dalam kegiatan berbagi tips and trick keberhasilan inovasi BPOM Mobile masuk dalam TOP45. “Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah melakukan reviu terhadap Proposal Inovasi dan Dokumen Pendukung. Reviu ini setidaknya harus dilakukan oleh dua orang berbeda yang mengerti tentang inovasinya. Pastikan isi proposal ditulis dengan baik untuk menggambarkan inovasi dan menonjolkan selling point dari inovasi tersebut,” ujarnya.

Sampai saat ini, setidaknya terdapat 16 inovasi unggulan hasil Lomba Inovasi Pelayanan Publik Badan POM dan 8 inovasi yang pernah lolos administrasi pada KIPP 2021, untuk diajukan mengikuti KIPP Tahun 2022. Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana, menyatakan bahwa Biro Hukum dan Organisasi sebagai koordinator partisipasi Badan POM pada KIPP tahun 2022, siap mengawal dan mendampingi unit kerja dan UPT pada proses KIPP. “Seperti tadi disampaikan Plt. Sekretaris utama, mari persiapkan keikutsertaan ini dengan serius, bukan hanya kompetisi tetapi bagaimana meningkatkan kinerja pelayanan publik Badan POM.” ujarnya menutup kegiatan. (PM-Hany, Fitri, Nelly)

 

Bagikan
Whatsapp