Menuju Endemi COVID-19, Badan POM Ajak Warga Kelapa Gading Memilih Obat dan Makanan Aman


28 Mar 2022 130

Jakarta- “Badan POM telah menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) kepada 11 vaksin sehingga sudah telah keamanan, khasiat, dan mutunya. Tidak perlu pilih-pilih vaksin karena vaksin yang tersedia adalah vaksin yang terbaik. Berdasarkan penelitian, antibodi yang dihasilkan dari vaksin COVID-19 setelah enam bulan akan menurun sehingga diperlukan vaksin booster untuk meningkatkan kembali antibodi,” ujar Koordinator Kelompok Substansi Pengaduan Masyarakat Nurvika Widyaningrum, pada kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra Kerja BPOM, Minggu (27/3). Lebih lanjut Nurvika Widyaningrum mengatakan kepada warga Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang menjadi peserta kegiatan bahwa vaksinasi booster.

Pada tanggal 29 Maret 2022, Singapura akan melonggarkan aturan mengenai COVID-19 dengan tidak mewajibkan memakai masker untuk aktivitas di luar ruangan karena menilai risiko penularannya rendah. Namun masker tetap digunakan dengan menerapkan jarak 1 meter di dalam ruangan. Menurut Nurvika Widyaningrum, hal ini karena 95% warga Singapura telah divaksin dosis kedua, selain itu 70% warganya telah mendapatkan vaksin booster. Sementara di Indonesia, capaian vaksin dosis kedua baru 57% dan capaian vaksinasi booster belum mencapai 7%.

Singapura yang merupakan negara tetangga menjadi contoh baik untuk menuju endemi. Beberapa syarat harus dipenuhi Indonesia agar bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 dengan meningkatkan cakupan vaksinasi sehingga bisa membentuk herd immunity.

Kegiatan Sinergi Edukasi dibuka oleh Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, bersama Reghi Perdana Kepala Biro Hukum dan Organisasi, serta Joni Ketua RW 9. Dalam sambutannya, Charles Honoris menyebutkan bahwa Indonesia sedang melalui persiapan menuju fase endemi. Namun tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seperti penurunan kasus harian yang signifikan dan terkendali, angka Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit terus menurun, dan angka vaksinasi yang tinggi termasuk vaksinasi booster. Program vaksinasi merupakan upaya gotong royong bersama masyarakat agar dapat masuk fase endemi.

“Badan POM merupakan lembaga pemerintah di bawah Presiden yang memiliki tugas dan fungsi mengawasi Obat dan Makanan baik sebelum maupun sesudah beredar, termasuk vaksin. Vaksin yang digunakan sudah melalui serangkaian uji, telah mendapatkan EUA, dan memiliki efikasi tinggi untuk memerangi COVID-19,” jelas Reghi Perdana pada saat sesi pembukaan.

Pada kesempatan tersebut, seluruh narasumber kegiatan mengajak masyarakat untuk mengenali Obat dan Makanan yang aman dengan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Pastikan kemasan tidak rusak seperti tidak menggembung, tidak sobek, tidak bolong, dan tidak penyok. Pastikan membaca informasi pada label dengan teliti, contohnya informasi pada label obat terdapat aturan pakai obat, dosis obat, dan efek samping obat. Pastikan produk Obat dan Makanan sudah ada Izin Edarnya dan terdapat tanggal kedaluwarsa.

“Selain komoditi Obat dan Makanan, masyarakat juga harus mengenal komoditi lain yang merupakan ranah pengawasan dari Badan POM, yaitu Kosmetika, Obat Tradisional, dan juga Suplemen Kesehatan,” ujar Yanti Kamayanti saat mengisi sesi kedua kegiatan tersebut.

“Badan POM telah menyediakan aplikasi BPOM Mobile untuk membantu masyarakat lebih mudah dalam mengecek Nomor Izin Edar (NIE) Produk Obat dan Makanan melalui fitur Scan Produk dan cek Izin Edar. Kalau Obat dan Makanan sudah terdaftar serta memiliki Izin Edar BPOM artinya produk tersebut aman, berkhasiat, dan bermutu,” tambah Euis Susanti saat mengisi sesi ketiga kegiatan tersebut.

Pada sesi terakhir, Aditha Puspo Wijayanti juga mengajak masyarakat agar tidak ragu untuk menghubungi contact center HALOBPOM di nomor 1500533 atau melalui aplikasi LAPOR jika menemukan produk Obat dan Makanan yang dicurigai tidak memiliki izin edar/ilegal atau bermasalah. “Dalam melakukan pengawasan obat dan makanan, Badan POM tidak dapat bekerja sendiri. Peran aktif dari masyarakat diperlukan dalam mewujudkan Obat dan Makanan yang aman bagi semua.” ungkapnya ketika menutup acara. (PM-Reka & Fatimatuzzahro)

Bagikan
Whatsapp