Badan POM Maknai Core Value BerAKHLAK untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Prima


13 Mei 2022 480

Depok – Demi memperkuat komitmen pelayanan prima, Badan POM menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Publik dan Budaya Pelayanan Prima dengan tema “ASN BerAKHLAK, Tingkatkan Pelayanan Publik Bagi Masyarakat” pada Kamis-Jumat (12 dan 13/5/2022). Menggandeng lembaga pelatihan Kafila Consulting, pelatihan diikuti 44 orang peserta terdiri dari pelaksana pelayanan publik di lingkungan Badan POM dan Perpustakaan Umum Kota Depok.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pelayanan publik prima merupakan cita-cita sebagai seorang ASN yang BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, yang menjadi core value Aparatur Sipil Negara (ASN). Value tersebut menjadi penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung pencapaian kinerja individu dan tujuan organisasi. “Diharapkan peserta dapat meningkatkan kualitas dan komitmen pelayanan publik Badan POM serta bangga melayani bangsa”, ujar Reghi.

Pada hari pertama, peserta diajak untuk memahami konsep pelayanan prima dan mengenal jenis pelanggan yang dipandu oleh Coach Dika selaku trainer. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang diberikan dengan kualitas melampaui harapan pelangggan. Pelanggan yang puas akan memberikan rekomendasi dan nilai positif terhadap organisasi karena jasa yang dijual menjadi solusi dari permasalahan mereka.

“Terdapat tiga level pelayanan, level satu adalah kewajiban, level dua adalah kinerja atau prestasi, dan level paling tinggi adalah ibadah atau spiritual sosial. Pegawai yang melihat pekerjaannya secara primer sebagai profesi yang berhubungan dengan manusia memenangkan level tertinggi pelayanan”, ujar Coach Dika.

Untuk memberikan pelayanan prima, seorang pelayan harus memiliki attitude dan budaya berdasarkan value yang dibangun. Value akan menggerakkan pegawai untuk memberikan pelayanan dan menikmati pekerjaan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Coach Hatta pada hari kedua pelatihan.

“Value adalah keyakinan tentang apa yang bernilai benar dan salah serta apa yang paling penting dalam kehidupan. Memaknai tepat value (purpose), maka value tidak hanya menjadi sebuah simbol atau tanda, tetapi akan hidup, menggerakkan orang yang mempercayainya, dan menjalankan visi yang ditetapkan”, lanjutnya.

Dipandu oleh trainer, peserta juga diajak untuk memaknai nilai BerAKHLAK dengan memahami perilaku kunci untuk menjalankan visi organisasi. Perilaku sendiri dapat berubah berdasarkan emosi seseorang. Emosi dibangun atas dasar Body dan Pikiran (BoKir). Body terdiri dari kesehatan fisiologis tubuh, gestur, dan postur. Sedangkan pikiran terdiri dari auditory, visual, dan lapisan pikiran, sehingga untuk mengatur emosi perlu dilakukan reframing lapisan pikiran. Lapisan pikiran terdiri dari Environment, Behaviour, Capability, Belief, Identity (label), dan Spiritual.

 

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, terlibat aktif dalam diskusi dan bersemangat mengikuti berbagai simulasi untuk menganalisis budaya pelayanan prima Badan POM dan value alignment yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok. Diharapkan setelah pelatihan ini peserta dapat memahami dan mengejawantahkan core value BerAKHLAK dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan publik.  (PM-Fatimatuzzahro)

 

 

 

 

 

Bagikan
Whatsapp