Bukan Kata Orang…Pastikan “KataBPOM!”


10 Agu 2022 186

“Di era serba digital saat ini yang sudah memasuki era society 5.0, informasi yang beredar di masyarakat sangat masif dan cepat. Dengan banyaknya informasi, masyarakat sangat rentan terpapat isu negatif dan konten yang belum jelas kebenarannya seperti hoaks. ‘’Oleh karena itu BPOM memandang perlu suatu pendekatan kreatif agar masyarakat dengan mudah mengenali identitas pesan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) BPOM sebagai referensi informasi Obat dan Makanan yang valid”. Demikian disampaikan Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komunikasi, Informasi, dan Edukasi  BPOM Tahun 2022 dengan tema “Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Melalui Penguatan Strategi KIE Obat dan Makanan yang Efektif dan Kolaboratif di Jakarta, Selasa (09/08).

Acara yang dihadiri oleh internal BPOM dan perwakilan komunitas pendidikan,  organisasi masyarakat, generasi milenial, blogger dan praktisi media tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kemampuan literasi digital serta menangkal hoaks dan meningkatkan minat masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam program KIE Obat dan Makanan. Pada acara tersebut dilakukan launching Strategi Komunikasi Obat dan Makanan, Identitas KIE BPOM dengan logo key visual KataBPOM dan tagline ‘’Bukan Kata Orang, Pastikan KataBPOM’’, serta Modul KIE BPOM.  

“Pada umumnya orang akan lebih mudah menangkap suatu pesan melalui bentuk gambar, lambang atau logo secara visual. Dengan pertimbangan ini, BPOM menciptakan logo visual KataBPOM untuk menjawab kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat yang belum jelas kebenarannya..” lanjut Penny K. Lukito.

Sebagai rangkaian acara Rakornas, diselenggarakan Dialog Interaktif  bertajuk ‘’Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan Adaptif dan Inovatif Menghadapi Era Society 5.0’’. Sesi yang dipandu oleh Prita Laura tersebut menghadirkan Plt. Sekretaris Utama, Elin Herlina sebagai narasumber dari BPOM, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wiryanta sebagai sperwakilan kementerian;  Chief Community Officer Femina Media, Petty S. Fatimah, sebagai perwakilan praktisi media; dan Duta Kosmetika Provinsi DKI Jakarta, Nijma Syahira Izzati Arief, sebagai perwakilan generasi muda penerima manfaat KIE BPOM.

Petty S. Fatimah sangat mengapresiasi adanya identitas KIE Obat dan Makanan dari BPOM. “KataBPOM merupakan kalimat yang powerful dan dapat digunakan sebagai wujud otoritas dan kredibilitas suatu topik, dalam hal ini Obat dan Makanan. KataBPOM harus diperlihatkan kepada masyarakat secara bold, lantang, dan masif. karena hal tersebut yang dibutuhkan dalam berkomunikasi di era ini untuk menangkal hoaks”.

Sementara itu, Wiryanta, menjelaskan bahwa saat ini hoaks terkait kesehatan, termasuk obat dan makanan saat ini menduduki angka yang tertinggi di Indonesia. “Dalam menghadapi permasalahan tersebut, Kominfo siap berkolaborasi dan bersinergi dengan BPOM dalam melaksanakan KIE Obat dan Makanan untuk menangkal hoaks yang beredar di masyarakat”, ujarnya.

 

Pada akhirnya, strategi KIE Obat dan Makanan tidak akan berjalan efektif tanpa koordinasi dan kolaborasi yang solid antar unit di lingkungan BPOM maupun dengan stakeholder. Sinergi pentahelix yang melibatkan unsur Akademisi, Pelaku Usaha, Komunitas, Pemerintah dan Media mutlak diperlukan agar KIE Obat dan Makanan memberi dampak sesuai yang diharapkan. BPOM mendorong seluruh pihak untuk melakukan upaya bersama sesuai peran masing-masing agar pelaksanaan KIE Obat dan Makanan berjalan semakin masif, solid dan efektif. (PM-Reka)

Bagikan
Whatsapp