Jakarta Utara – BPOM didukung Komisi IX DPR RI hadir di tengah masyarakat untuk memastikan Obat dan Makanan aman dan berkualitas. “BPOM membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjalankan tugas pengawasan Obat dan Makanan. Keterlibatan aktif masyarakat untuk ikut mengajak keluarga memilih dan mengonsumsi Obat dan Makanan aman sangat diharapkan.”, ujar Reghi Perdana, Kepala Biro Hukum dan Organisasi saat membuka kegiatan sinergi edukasi Obat dan Makanan di Kecamatan Koja (3/7).
Reghi juga menyampaikan jika ada masyarakat yang membutuhkan pendampingan terkait registrasi izin edar BPOM untuk usaha Obat dan Makanan masyarakat bisa menghubungi BPOM melalui HALOBPOM1500533.
“Presiden Jokowi mencetuskan visi Indonesia Emas 2045. Diharapkan pada tahun tersebut ekonomi Indonesia masuk dalam lima besar dunia. Hal ini tidak bisa dicapai kalau Sumber Daya Manusia (SDM) tidak sehat. Gotong royong diperlukan untuk mencapai kesehatan bersama. Termasuk bersama-sama mengawasi peredaran Obat dan Makanan. Jika menemukan Obat dan Makanan illegal dapat melapor ke BPOM,” sebut Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja BPOM.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Joni Simanjuntak selaku anggota DPRD DKI Jakarta dan Mursani selaku Sekretaris Kelurahan Koja. Mursani menyebutkan bahwa pihaknya berterimakasih atas kehadiran BPOM dan Komisi IX DPR RI dengan memberikan ilmu yang bermanfaat seputar Obat dan Makanan. “Saya berharap masyarakat Koja dapat mempraktikkan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan ini.”, ujar Mursani dalam sambutannya.
Pada kegiatan ini, peserta diajak untuk mandiri memilih Obat dan Makanan aman dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Selain itu, Silma Awalia sebagai narasumber juga mengajak peserta untuk praktek mengecek Izin Edar BPOM menggunakan Aplikasi BPOM Mobile.
“Jika menerima informasi seputar Obat dan Makanan dengan bahasa provokatif, seperti “jangan konsumsi kopi A loh karena mengandung bahan mudah terbakar”. Jangan langsung percaya dan forward informasinya, tetapi cek dulu kataBPOM melalui website BPOM di pom.go.id atau media sosial official BPOM.” jelas Yanti Kamayanti Latifa, Pengawas Farmasi Obat dan Makanan Ahli Muda selaku narasumber saat menjelaskan hoaks seputar Obat dan Makanan.
Peserta Sinergi Edukasi Obat dan Makanan kali ini berasal dari Komunitas Juang Perempuan (KJP) Kecamatan Koja yang terdiri dari 500 orang perempuan. Sebagian besar peserta adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Mufidah, masyarakat Kelurahan Rawa Badak Selatan sekaligus salah satu anggota komunitas mengatakan selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menambah wawasan perempuan KJP terutama untuk memilih dan mengonsumsi Obat dan Makanan aman dengan Cek KLIK.
Kehadiran Mobil HALOBPOM menambah keseruan kegiatan sinergi edukasi Obat dan Makanan karena menyediakan berbagai games edukasi berhadiah menarik untuk peserta dan konsultasi bagi pelaku usaha. (PM-Fat)