Jakarta–BPOM kembali menggelar Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan. Biro Hukum dan Organisasi bersama dengan Mitra BPOM, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengunjungi masyarakat di Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada hari Rabu (04/07/2023). “Kegiatan Edukasi Obat dan Makanan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi BPOM serta mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan memilih dan mengonsumsi obat dan makanan aman” ujar Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana dalam pembukaan kegiatan ini. “BPOM tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan tugas pengawasan Obat dan Makanan tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan bijak dalam memilih produk yang aman bagi diri sendiri dan juga keluarga,” tambahnya.
Charles Honoris menyatakan bahwa Presiden Jokowi telah mencetuskan salah satu visi Indonesia Emas 2045 yakni ekonomi Indonesia diharapkan mampu menduduki peringkat lima besar dunia. Pencapaian ini dapat diperoleh jika sumber daya manusia yang ada di Indonesia dalam kondisi sehat. Untuk itu, diperlukan usaha bersama secara gotong royong untuk mencapai kesehatan bersama, termasuk dalam mengawasi peredaran Obat dan Makanan.
Dalam kegiatan ini hadir pula anggota DPRD DKI Jakarta, Jhoni Simanjuntak, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan edukasi yang dilakukan BPOM. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Koja khususnya untuk mengetahui cara memilih dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan yang aman.
Pada kesempatan ini, masyarakat mendapatkan sesi edukasi mengenai Tips Aman Konsumsi Produk Obat dan Makanan dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa). “Jangan membeli produk baik Obat maupun Makanan karena tergiur diskon ya Bu! Tapi harus diperhatikan terlebih dahulu apakah kemasannya baik, tidak rusak dan tidak bocor,” jelas Oke Dwiraswati, Pengawas Farmasi Obat dan Makanan Ahli Muda selaku narasumber dalam kegiatan ini. “Selain kemasan, harus diperhatikan juga labelnya, yang mencantumkan informasi terkait produk seperti Nomor Izin Edar dan tanggal Kedaluwarsa”, tambahnya.
Peserta juga diajak untuk melakukan pengecekan produk Obat dan Makanan dengan menggunakan Aplikasi BPOM Mobile. Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Adhita Puspo Wijayanti, sebagai narasumber menyampaikan bahwa produk Obat dan Makanan yang memiliki Nomor Izin Edar BPOM dipastikan keamanan, khasiat dan mutunya. “Jadi, kita tinggal melakukan scan barcode untuk memastikan apakah produk yang akan kita konsumsi atau gunakan ini, sudah terdaftar di BPOM,”jelas Aditha. “Selain untuk mengecek produk, kita juga dapat mengajukan pengaduan ke BPOM apabila menemukan produk yang tidak sesuai ketentuan melalui aplikasi ini”, tambahnya.
Sebanyak 500 orang peserta hadir mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan aktif bertanya terkait obat dan makanan serta menjawab pertanyaan kuis yang diberikan oleh narasumber. Peserta juga diberikan goodie bag yang berisi produk informasi berupa Modul kataBPOM, leaflet dan kaos.
Tidak berhenti sampai disitu, kehadiran mobil HALOBPOM dalam kegiatan ini pun menambah semangat peserta untuk mengikuti rangkaian acara. Keikutsertaan Mobil HALOBPOM bertujuan untuk memberikan edukasi yang dikemas dalam bentuk games menarik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia dan juga sebagai sarana konsultasi terkait pengawasan Obat dan Makanan. (PM-Irene)