Jakarta Utara – Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Kembali hadir untuk mengedukasi masyarakat Semper Barat agar waspada terhadap keberadaan Obat dan Makanan Ilegal (11/07). Acara yang juga didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini juga diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya sosialisasi obat dan makanan aman, simulasi cara penggunaan aplikasi BPOM Mobile, dan permainan edukatif pada Mobil HALOBPOM.
Sosialisasi obat dan makanan yang dilakukan oleh narasumber Oke Dwiraswati berlangsung dengan interaktif. “Kalau kedaluwarsa itu bacanya gimana ya? dan sampai kapan boleh dikonsumsi?”, tanya Ani, salah satu peserta. Oke kemudian mewanti-wanti peserta agar selalu melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedal sebelum mengonsumsi Obat dan Makanan agar mampu melindungi diri dari produk yang illegal dan berbahaya. Selain itu Oke juga mengajak peserta untuk praktek langsung pengecekan Izin Edar dan melakukan pengaduan Obat dan Makanan illegal melalui aplikasi BPOM Mobile. “Peran aktif dan kemandirian masyarakat sangat dibutuhkan oleh BPOM untuk mendukung pengawasan Obat dan Makanan yang Efektif,”ujar Oke.
Wakil anggota DPR komisi IX DPR, Charles Honoris juga turut memberikan jawaban kepada peserta yang bertanya terkait khasiat obat generik yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan obat paten. “Ibu-ibu jangan khawatir untuk menggunakan obat generik, karena isi kandungannya sama persis dengan Obat Paten dan dijamin khasiatnya oleh pemerintah,”Jawab Charles menanggapi pertanyaan tersebut.
Di sisi lain, mobil HALOBPOM juga menyediakan berbagai permainan seru yang menarik bagi peserta, diantaranya menyusun gelas membentuk piramida dan juga memasukkan bola pingpong ke wadah, disertai dengan pertanyaan seputar Obat dan Makanan. Dengan permainan yang dikemas secara menarik dan edukatif, diharapkan dapat meningkatkan engagement peserta dengan BPOM serta lebih mudah untuk mengingat kembali sosialisasi yang sebelumnya diberikan. (PM-Reka)