Dukung UMKM Lokal, BPOM Gelar Pameran UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Olahan


24 Okt 2023 1.003

Kediri – Pelaku UMKM hasil binaan BPOM yang berasal dari wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya hadir dalam Pameran Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan Olahan di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (24/10/2023). Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peresmian delapan Balai POM dan tiga Loka POM sebagai upaya penguatan pelayanan publik BPOM lebih optimal.

Kepala BPOM, Penny K Lukito, yang didampingi oleh Kepala Daerah yang mewakili wilayah UPT yang diresmikan melakukan penandatanganan prasasti. Delapan Balai POM yang diresmikan, yaitu Balai POM di Payakumbuh, Tangerang, Tasikmalaya, Bogor, Surakarta, Kediri, Jember, dan Palopo. Sementara tiga Loka POM yang diresmikan, yaitu  Loka POM di Kabupaten Sambas, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Timur, sehingga saat ini BPOM sudah memiliki 21 Balai Besar POM, 21 Balai POM, dan 34 Loka POM. Dengan kata lain BPOM memiliki total 76 UPT di 37 provinsi di Indonesia.

Kepala BPOM beserta Bupati Kediri dan tamu undangan lain hadir mengunjungi booth pameran yang menampilkan produk pangan unggulan dari UMKM obat tradisional, kosmetik, pangan olahan serta kerajinan khas Kabupaten Kediri. Kegiatan pameran ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan komitmen pelaku usaha untuk melakukan pengembangan produknya.

Hadir di tengah rangkaian kegiatan Pameran, Petugas BPOM memberikan layanan konsultasi/pemberian informasi seputar BPOM, registrasi produk hingga layanan pengaduan, informasi dan edukasi seputar Obat dan Makanan. Rangkaian kegiatan pameran dimeriahkan dengan berbagai permainan edukasi berhadiah menarik. Disamping itu, kehadiran Mobil Laboratorium Keliling BBPOM di Surabaya yang melakukan demo pengujian bahan berbahaya dengan rapid test kit disertai edukasi Obat dan Makanan menambah antusiasme para pengunjung pameran. Pengunjung pameran berasal dari pelaku usaha, masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, pegawai pemerintah di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.  

“Kehadiran Balai POM Kediri sangat membantu untuk meningkatkan perekonomian daerah dengan mendukung pertumbuhan UMKM di Kediri yang jumlahnya cukup banyak.” ujar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Hanindhito juga mengharapkan semakin banyak UMKM yang akan melakukan pendaftaran produk ke BPOM.

Selain pameran dan peresmian 11 UPT, BPOM juga menandatangani perpanjangan Nota Kesepahaman antara BPOM dengan Wirawati Catur Panca (WCP) dalam pemberdayaan komunitas di Bidang Obat dan Makanan. Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Nomor Izin Edar (NIE), Sertifikat Sarana Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) kepada UMKM Obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan Olahan.

Kehadiran 11 UPT BPOM diharapkan mampu memperkuat dan memperluas pengawasan Obat dan Makanan, pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha, serta edukasi masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi Obat dan Makanan aman. (PM_Reka)

Bagikan
Whatsapp