Ajak Masyarakat Tangkal Bahaya pada Produk Pangan Olahan dan Kosmetik, BPOM Kolaborasi dengan Komisi IX DPR RI


10 Jan 2024 186

Selasa (9/01/2023), bertempat di RW 01 kelurahan Duri Utara, kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Biro Hukum dan Organisasi BPOM kembali menyelenggarakan Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra BPOM, dengan tema "Wujudkan Masyarakat Sadar Obat dan Makanan Aman untuk Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, Tokoh Masyarakat Jeffry Daniel Waworuntu, Ketua RT/RW setempat, dan diikuti sebanyak 250 warga masyarakat di Kelurahan Duri Utara.

“Keterbatasan jumlah personal BPOM dengan cakupan area pengawasan luas dan produk yang diawasi sangat banyak, mengharuskan BPOM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan pengawasan Obat dan Makanan”, ungkap Reghi Perdana, Kepala Biro Hukum dan Organisasi BPOM, dalam sambutan pembukaan.   BPOM senantiasa berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait Obat dan Makanan aman demi terwujudnya masyarakat sadar Obat dan Makanan Aman yang turut serta dalam pengawasan Obat dan Makanan.

Reghi juga menekankan bahwa kolaborasi dengan tokoh masyarakat sangat penting karena tokoh masyarakat memiliki kemampuan untuk menggerakkan masyarakat dalam mendukung pengawasan BPOM. “Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini adalah salah satu bentuk kolaborasi BPOM dengan Komisi IX DPR RI, menggandeng tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyebarkan informasi Obat dan Makanan aman, agar tercipta warga masyarakat yang cerdas mampu mengenali Obat dan Makanan Aman.” tambah Reghi dalam sambutannya.

Charles Honoris dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas pengawasan Obat dan Makanan yang diamanahkan kepada BPOM, harus dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu diedukasi, diberikan sosialisasi agar memiliki pengetahuan untuk dapat mengenali Obat dan Makanan Aman.

Hasil pengawasan di pasar dan sarana distribusi, menunjukkan masih terdapat produk pangan maupun kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Selain itu, ancaman terhadap kesehatan masyarakat juga timbul akibat pola komsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan, karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mencermati informasi nilai gizi yang terdapat pada label kemasan pangan. Oleh karena itu sosialisasi terkait Obat dan Makanan aman sangat dibutuhkan masyarakat. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi BPOM hendaknya menjadi corong untuk menyebarkan informasi tentang Obat dan Makanan aman kepada anggota keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, Narasumber dari BPOM, Desnita Damayanti, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama turut memberikan edukasi  kepada masyarakat terkait tugas dan fungsi BPOM, peran masyarakat dalam Sistem Pengawasan Obat dan Makanan, kenali Obat dan Makana aman dengan cek Klik (Cek Kemasan, Cek Label, cek Izin edar dan cek Kedaluwarsa), cara menggunakan aplikasi BPOM Mobile dan cara menyampaikan pengaduan ke BPOM.  Peserta juga diajak melakukan simulasi Cek Klik dan menjawab kuis seputar informasi yang sudah dipaparkan narasumber.

Kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi yang dilaksanakan BPOM perlu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menciptakan masyarakat sadar Obat dan Makanan aman yang terlibat aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan. (PM_Fauziah)

 

Bagikan
Whatsapp