Siap jadi Konsumen Cerdas, Warga Grogol Petamburan Sambut Antusias Sinergi Edukasi Obat dan Makanan


09 Jan 2024 309

Biro Hukum dan Organisasi bersama Komisi IX DPR RI kembali menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi melalui Sinergi Edukasi Obat dan Makanan Bersama Mitra Badan POM, Senin (08/01). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sistem pengawasan obat dan makanan dan mengajak warga Grogol Petamburan, menjadi konsumen cerdas dengan selalu ingat Cek KLIK sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan.

Dalam sambutannya, Charles Honoris menyampaikan bahwa Komisi IX DPR RI membawahi beberapa bidang dan salah satunya adalah Kesehatan. BPOM merupakan salah satu mitra DPR yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Namun dalam hal ini, BPOM memiliki keterbatasan personil sehingga dibutuhkan kerjasama masyarakat dengan memastikan mengonsumsi produk yang aman dikonsumsi dengan melakukan Cek KLIK sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan. Reghi Perdana, Kepala Biro Hukum dan Organisasi juga menambahkan “Mari menjadi Konsumen Cerdas, dengan melaporkan melalui berbagai kanal BPOM baik melalui layanan HALOBPOM 1500533, Whatsapp, Email, dan juga aplikasi BPOM Mobile, jika memperoleh informasi obat dan makanan yang membahayakan, produk yang sudah kedaluwarsa tetapi masih diedarkan, maupun terdapat indikasi penjualan produk illegal.

Pada kegiatan ini, Fauziah Mappamasing,Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda  hadir menyampaikan cara mengenali Nomor Izin Edar asli atau palsu (fiktif) melalui website https://cekbpom.pom.go.id/ dan aplikasi BPOM Mobile. Selain itu, menghimbau masyarakat untuk selalu Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa).

“Pastikan untuk membeli produk dengan kemasan utuh, tidak rusak, tidak penyok, tidak berkarat, dan masih bersegel, dan label tertulis dengan berbahasa Indonesia. Jika label bertuliskan selain Bahasa Indonesia perlu dicurigai dan dapat melaporkan ke HALOBPOM. Pastikan juga izin edar tercantum dalam kemasan, dan tidak mengonsumsi produk yang sudah melebihi batas kedaluwarsa’’, tegas Fauziah.

Tak hanya edukasi, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba Aplikasi BPOM Mobile sebagai cara mudah untuk memeriksa legalitas produk Obat dan Makanan melalui fitur scan barcode pada kemasan produk yang tersedia. Jika ditemukan produk Obat dan Makanan yang diduga ilegal, masyarakat juga dapat melakukan pengaduan melalui Aplikasi BPOM Mobile. Peserta yang bersedia untuk mencoba aplikasi BPOM Mobile akan mendapatkan gimmick menarik yang tentunya meningkatkan antusiasme peserta untuk selalu menjadi Konsumen Cerdas.

Badan POM terus melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat untuk hidup sehat melalui konsumsi obat dan makanan yang aman. Masyarakat harus dapat berdaya dan cerdas berinformasi untuk dapat memilih Obat dan Makanan yang aman, bermanfaat/berkhasiat dan bermutu untuk diri sendiri dan keluarga. (PM – Desnita)

Bagikan
Whatsapp