Ciptakan Ekosistem Sehat untuk Generasi Muda dengan Cerdas Konsumsi Obat dan Makanan


10 Jan 2024 163

Biro Hukum dan Organisasi kembali gelar Sinergi Edukasi Obat dan Makanan bersama dengan Mitra BPOM, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris di wilayah Jakarta Barat, tepatnya di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, pada hari Selasa (09/01/2024).

Charles Honoris dalam sambutannya mengajak masyarakat bersama-sama memastikan keamanan Obat dan Makanan yang akan dikonsumsi. ‘’Kita semua ingin menciptakan ekosistem yang sehat untuk generasi muda. Pemerintah memiliki target yaitu visi Indonesia Emas pada tahun 2045, dimana Indonesia harus dapat menjadi satu dari 5 ekonomi terbesar di dunia’’ ujar Charles.

‘’Untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan manusia-manusia Indonesia yang berkualitas, bekerja keras, dan gotong royong dalam membangun Indonesia. Oleh karena kita harus membiasakan pola hidup sehat, salah satunya dengan mengawasi dan membatasi apa yang kita konsumsi‘’, sambungnya.

Reghi Perdana dalam sambutannya menekankan bahwa BPOM perlu partisipasi dan kolaborasi masyarakat. Reghi juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, keluarga dan anak -anak dari bahaya obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat, demi kesehatan dan demi Indonesia emas. ‘’Sebelum mengonsumsi Obat dan makanan selalu ingat untuk melakukan Cek KLIK. Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa.’’ pungkas Reghi.

Kepada 250 orang masyarakat Angke, diberikan edukasi Obat dan Makanan lebih mendalam oleh Dian Firanti Allisa, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, terkait pentingnya Cek KLIK sebelum mengonsumsi Obat dan Makanan, serta cara mudah cek produk Obat dan Makanan yang terdaftar di BPOM menggunakan aplikasi BPOM Mobile. Masyarakat secara antusias mengunduh aplikasi BPOM Mobile dan praktik langsung cara mengecek legalitas produk Obat dan Makanan dengan melakukan scan barcode dan cek NIE.

Tak hanya itu Dian juga menjelaskan jenis produk Pangan Olahan yang diawasi oleh BPOM, seperti ikan yang telah mengalami pengolahan, dimarinasi dengan bumbu, dibekukan dan dikemas serta produk Pangan Olahan lainnya yang dibekukan atau biasa disebut frozen food.

‘’Kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat untuk kami. Yang tidak tahu informasi Obat dan Makanan menjadi tahu, yang tidak paham menjadi paham, dan yang lupa bisa ingat kembali.’’ Ungkap M. Fahrul Fauzi, salah satu peserta yang aktif.  Masyarakat Angke berharap kegiatan edukasi Obat dan Makanan oleh BPOM dapat dilakukan secara rutin.

BPOM menyelenggarakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan demi masyarakat berdaya dan cerdas dalam mengonsumsi Obat dan Makanan. Dengan berkolaborasi dengan masyarakat berdaya, BPOM akan terus memastikan keamanan, manfaat dan mutu Obat dan Makanan yang beredar di Indonesia. (PM-Melia)

Bagikan
Whatsapp