Kembali Gelar Webinar kataBPOM, BPOM kolaborasi dengan Femina Beri Edukasi Seputar Kosmetik Aman dan Cara Pengaduannya


03 Feb 2024 187

Jakarta (01/02/2024), BPOM kembali berkolaborasi dengan Femina untuk yang kedua kalinya di tahun 2024 dalam menyelenggarakan webinar KataBPOM. Mengangkat tema Cara Mudah Urus Notifikasi Produk Kosmetik, Tips Memilih Kosmetik Aman dan Langkah Tepat Melapor ke BPOM, kegiatan dilakukan secara daring melibatkan komunitas Wanita Wirausaha (Wanwir) Femina, Pelaku Usaha dan masyarakat umum.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Komunikasi, Informasi dan Edukasi, Yanti Kamayanti Latifa, menjelaskan dalam sambutannya, bahwa Kosmetik merupakan komoditi dengan jumlah permohonan registrasi terbanyak. Sepanjang tahun 2023, telah diterbitkan 81.766 notifikasi baru dan 21.622 notifikasi ulang kosmetik. "Namun dalam proses notifikasi, masih sering ditemui kendala oleh para pelaku usaha baik terkait pemenuhan dokumen persyaratan maupun terkait prosedur. Untuk itu BPOM terus melakukan pembinaan langsung kepada para pelaku usaha dalam melakukan pendaftaran notifikasi kosmetik ke BPOM", sambung Yanti.

Tidak hanya pelaku usaha, BPOM juga terus mendorong masyarakat cerdas berbelanja dengan selalu melakukan Cek KLIK, cek Kemasan dalam kondisi baik, cek informasi yang tercantum pada Label, cek Izin Edar dan memastkan produk yang digunakan tidak melebihi tanggal Kedaluwarsa, serta berpartisipasi aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan.

Dipandu oleh Tria Nuragustina, Editor Femina, kegiatan diikuti oleh hampir 400 peserta webinar dan menghadirkan dua narasumber dari BPOM yaitu Widha Dianasari, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik dan Oke Dwiraswati, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Biro Hukum dan Organisasi.Turut hadir pula, Petty S. Fatimah selaku Direktur Editorial Femina.

Peserta webinar mendapatkan edukasi dari kedua narasumber, mulai cara mudah mengajukan notifikasi kosmetik, tips memilih kosmetik aman, hingga cara melaporkan adanya pelanggaran di bidang Obat dan Makanan seperti adanya peredaran produk Obat dan Makanan ilegal, label dan/atau promosi/iklan produk yang tidak sesuai ketentuan melalui kanal-kanal permintaan informasi dan pelaporan di BPOM yaitu HALOBPOM dan Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR).

“Terdapat dua tahapan notifikasi kosmetik, pendaftaran Badan Usaha sebagai pemohon notifikasi dilanjutkan dengan pendaftaran produk kosmetiknya”, jelas Widha dalam presentasinya. Widha menambahkan konsumen agar berhati-hati dalam membeli kosmetik secara online. Jangan mudah tergiur dengan iklan kosmetik, serta waspada klaim berlebihan dan promosi yang menggiurkan. Pilih penjual e-commerce­ terpercaya dengan memastikan penjual telah terverifikasi dan mempunyai reputasi baik. Tak kalah pentingnya, cek review dari pembeli dan hubungi penjual jika ragu.

“Pengaduan atau permintaan informasi dapat dilakukan melalui aplikasi BPOM Mobile melalui menu pengaduan. Selain itu terdapat fitur lainnya seperti scan 2D Barcode untuk mengecek Nomor Izin Edar BPOM”, ungkap Oke Dwiraswati saat menyampaikan materinya pada sesi kedua. Oke Dwiraswati juga mengajak peserta webinar untuk mengunduh aplikasi BPOM Mobile yang merupakan aplikasi pengecekan produk Obat dan Makanan terdaftar di BPOM serta berpartisipasi aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan. Tiga orang peserta tercepat mengunduh aplikasi BPOM Mobile berhak mendapatkan hadiah menarik.

Peserta sangat antusias dan tertarik menyimak materi dari narasumber. Terbukti pertanyaan yang masuk dari peserta webinar melalui tautan tanya jawab (QnA) yang disediakan Panitia menyentuh hingga 190 pertanyaan. Yudi, salah satu peserta Webinar menanyakan bagaimana langkah BPOM memastikan transparansi dan kepastian tanggapan terhadap pengaduan yang masuk ke BPOM.

Pertanyaan dijawab oleh Oke dimana dijelaskan bahwa setiap pengaduan yang masuk ke BPOM didokumentasikan pada Sistem Aplikasi Pelayanan (Simpel) dan akan ditindaklajuti oleh unit terkait di lingkungan BPOM. Hasil tindak lanjut akan diinformasikan kepada pelapor. Untuk menindaklanjuti pengaduan produk illegal yang dijual di e-commerce, BPOM juga berkerjasama dengan IDEAS dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan takedown link e-commerce yang menjual produk ilegal tersebut.

Kegiatan webinar ditutup dengan kuis edukasi interaktif berhadiah menarik. Diikuti dengan antusias oleh peserta webinar, kuis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan narasumber.

Kolaborasi edukasi dengan media dan mitra strategis lainnya akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam sistem pengawasan obat dan makanan  (PM_Melia dan Fat)


Bagikan
Whatsapp