Tingkatkan Kapasitas dan Kredibilitas, BPOM Kembali Menyelenggarakan Workshop Komunikasi, Informasi, Edukasi dan Pengaduan Masyarakat


12 Jun 2024 3.105

Makassar – Biro Hukum dan Organisasi BPOM kembali menyelenggarakan kegiatan Workshop Komunikasi,  Informasi,  Edukasi  (KIE) dan Pengaduan  Masyarakat di Hotel Hyatt Place Makassar pada Senin-Selasa (10-11/6/2024).  Selain meningkatkan wawasan  Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Informasi dan Pengaduan, kegiatan tersebut merupakan forum yang bertujuan untuk  menyelaraskan pengelolaan KIE, Informasi dan pengaduan dari pusat hingga daerah.

“BPOM telah menyebarkan informasi melalui ragam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam berbagai bentuk dan media, serta layanan pengaduan dan informasi melalui Contact Center HALOBPOM dan layanan informasi publik melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).Hal ini perlu diperkuat dengan peningkatan kapasitas petugas BPOM dalam menyajikan pesan obat dan makanan yang menarik, dimana hal tersebut merupakan salah satu output yang diharapkan dapat dihasilkan melalui workshop ini”, ujar Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Reghi Perdana.

Pada hari pertama, disampaikan materi terkait SOP  Komunikasi, Informasi dan Edukasi dan SOP Layanan Kehumasan, oleh Yanti Kamayanti Latifa, Ketua Tim Kerja Substansi Komunikasi, Indformasi, dan Edukasi. peserta diajak untuk memahami Strategi Komunikasi, Informasi dan Edukasi dan Implementasinya. SOP ini merupakan pedoman dalam pelaksanaan KIE, baik secara langsung kepada masyarakat, maupun pelaksanaan KIE rutin dalam bentuk sosialisasi/ penyuluhan/Car Free Day/ Pameran baik secara tatap muka maupun virtual/video conference.

Selanjutnya disampaikan juga materi tentang Strategi Kreatif Meningkatkan Atensi KIE Obat dan Makanan, oleh Dimas Aditya Nugraha, Pranata Humas Ahli Madya, Kementerian Komunikasi dan Informasi. “Dalam penyampaian pesan, informasi, dan insight pada data,  perlu dilakukan pendekatan melalui seni cerita (storytelling) sehingga akan mempersuasi, membentuk opini, meningkatkan pemahaman, menyentuh emosi dan empati, serta memperkuat pengaruh kepada audiens,” ujar Dimas.

Pada hari kedua, dilakukan diskusi dan sharing knowledge terkait pengelolaan informasi dan dokumentasi secara komprehensif disertai simulasi dan studi kasus penanganan permintaan informasi publik berdasarkan klasifikasi informasi publik yang terbuka, sensitif, dan dikecualikan. Hadir sebagai narasumber eksternal pada sesi ini yaitu Arbain al Banjary, Pakar Keterbukaan Informasi Publik dan Pelindungan Data Pribadi dari PT. Tera Bina Persada. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan PPID Pelaksana Unit Kerja Pusat dan UPT memahami tahapan dalam pengujian konsekuensi sehingga dapat mampu untuk menganalisis dan melakukan penetapan Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan termasuk Mitigasi Risiko. 

Acara kemudian ditutup dengan simulasi pengelolaan informasi pada subsite PPID, aplikasi SIMPEL LPK, aplikasi SP4N LAPOR, aplikasi Evaluasi KIE, dan aplikasi Simetris RHPK sebagai tools untuk melakukan monitoring layanan pengaduan dan informasi dan KIE di lingkungan BPOM

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, terlibat aktif dalam diskusi dan bersemangat mengikuti berbagai simulasi. Diharapkan setelah kegiatan workshop ini peserta dapat memiliki kompetensi yang handal sehingga mampu mendukung peningkatan efektivitas KIE,  penyelesaian  tindak  lanjut  pengaduan, dan  permintaan  informasi  sesuai dengan jangka waktu penyelesaian. (PM-Reka)

Bagikan
Whatsapp