Jakarta Barat–BPOM kembali menggelar Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan. Biro Hukum dan Organisasi bersama dengan Mitra BPOM, Komisi IX DPR RI hadir di tengah masyarakat wilayah Jakarta Barat pada hari Kamis (15/08/2024). Bertempat di wilayah Daan Mogot Estate, Kapuk, Kecamatan Cengkareng, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan.
Dalam sambutannya, Evalina Gultom Staf Ahli Anggota DPR menyampaikan bahwa DPR siap untuk menjembatani para pelaku usaha dengan BPOM dalam melakukan pendaftaran izin edar produk obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di BPOM. “BPOM juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha terkait cara produksi Obat dan Makanan yang Baik, sehingga produk yang diproduksi memenuhi syarat, dan aman untuk dikonsumsi,” jelas Yanti Kamayanti Latifa, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda. “Kegiatan Sinergi Edukasi Obat dan Makanan diharapkan dapat menjadi prasarana untuk belajar tentang cara memilih Obat dan Makanan aman agar kesehatan tetap terjaga,” tambahnya. Sri Tuti, ketua RW 15 Kelurahan Kapuk, dan Saron Sumitra, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kapuk juga menyambut baik kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Kapuk ini.
Pada kesempatan ini, masyarakat wilayah Daan Mogot, Kapuk mendapatkan edukasi mengenai tugas dan fungsi BPOM, serta cara memilih Obat dan Makanan dengan Cek KLIK (cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Reka Sasmoyo, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama juga menghimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam menyikapi produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi ketentuan. “Cermati label atau kemasan produk yang memuat informasi dengan bahasa asing. Jika pada label tidak disertai dengan penulisan Bahasa Indonesia, atau didapati produk yang mencantumkan Nomor Izin Edar (NIE) palsu, segera laporkan ke kanal-kanal pengaduan BPOM,” jelasnya.
Pada sesi kedua, Melia Kurniawati, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama memberikan edukasi mengenai ciri-ciri produk yang membahayakan kesehatan, atau sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Peserta juga diajak untuk melakukan pengecekan produk Obat dan Makanan dengan menggunakan Aplikasi BPOM Mobile.
Tak hanya edukasi satu arah, para peserta mendapatkan kesempatan langsung untuk belajar sambil bermain di mobil HALOBPOM. Masyarakat diajak untuk adu ketangkasan dalam menyelesaikan permainan lempar bola dan menjawab pertanyaan seputar Obat dan Makanan aman. (PM-Myra)